Wonosobo, satumenitnews.com – Mengoptimalkan potensi alam yang melimpah sering kali menjadi tantangan berat bagi banyak daerah. Pasalnya, tanpa rantai pasok yang kuat dan pengolahan yang tepat, komoditas unggulan lokal kerap hanya dipasarkan sebagai bahan mentah yang nilai jualnya rendah.
Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menghadirkan solusi strategis melalui ajang Wonosobo Investment Business Forum (WIBF) 2026. Digelar di Pendopo Bupati Wonosobo pada Selasa (9/6/2026), forum ini menjadi jembatan emas bagi para investor, pelaku usaha besar, UMKM, dan kelompok tani.
Ajang ini tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan sebuah wadah konkret untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah. Fokus utamanya adalah mendorong penanaman modal yang berdampak langsung pada sektor pertanian, pariwisata, dan usaha mikro.
Transformasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Saat ini, Wonosobo tengah berada di titik strategis untuk melakukan transformasi ekonomi. Dengan mengusung tema pembangunan tahun 2027, yakni “Modernisasi dan Hilirisasi Pertanian untuk Transformasi Pariwisata Berkelanjutan”, pemerintah bertekad memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Agar wisatawan tinggal lebih lama dan belanjanya kembali kepada masyarakat, kita membutuhkan rantai pasok lokal yang kuat. Di sinilah pertanian memegang peranan penting,” ujar Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.
Langkah hilirisasi komoditas unggulan seperti kentang, kopi, dan carica juga terus digenjot. Hasil panen tak lagi hanya dijual mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tinggi yang siap bersaing di pasar luas.
Melalui penerapan precision farming, greenhouse, hingga irigasi tetes, produk hortikultura Wonosobo diharapkan mampu memenuhi kebutuhan perhotelan dan restoran secara berkelanjutan.
Deretan Komitmen Investasi & Kemitraan Strategis
Sebagai bukti nyata, WIBF 2026 langsung membuahkan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pemkab Wonosobo dengan sejumlah investor. Salah satu yang paling menonjol adalah rencana pembangunan Hotel Santika oleh PT Bersama Rancang Karya Indonesia dan PT Sumber Kasih Indonesia.
Selain investasi makro, forum ini juga memperkuat akar ekonomi lokal melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk pemberdayaan UMKM. Beberapa kemitraan strategis yang disepakati antara lain:
- PT Agronesia Multi Resources dengan Poktan Aman Makmun (Bolo Tani) untuk perluasan pasar ekspor sawi dan kubis.
- PT Turrima Agro Mas dengan Poktan Arjuna Tani untuk dukungan pupuk dan rencana pabrik lokal.
- PT Yospar Grawista Tama dengan BPC HIPMI Wonosobo guna pengembangan destinasi wisata baru.
- PT Bogasari Flour Mills dengan Carica Store untuk pelatihan UMKM dan PKK.
- CV Gemilang Kencana dengan perwakilan petani carica untuk dukungan alat pertanian.
“Forum ini mempertemukan pengusaha besar, investor dari dalam maupun luar negeri dengan masyarakat Wonosobo. Yang terpenting, tindak lanjutnya harus nyata dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Ketua BPC HIPMI Kabupaten Wonosobo, Matranto.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada PT Tambi, PT Surya Sejati, dan PT Phoenix Agung Pratama atas kontribusi nyata mereka dalam realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Ambil Bagian dalam Pertumbuhan Wonosobo!
Kini adalah saat yang paling tepat bagi Anda para pelaku usaha dan investor untuk ikut serta dalam gelombang pertumbuhan ekonomi Wonosobo. Iklim investasi yang sehat, dukungan penuh dari pemerintah, dan potensi alam yang luar biasa siap menyambut kemitraan bisnis Anda.
Jadilah bagian dari transformasi ekonomi yang berkelanjutan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai peluang investasi dan kemitraan UMKM, silakan hubungi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Wonosobo atau kunjungi sekretariat BPC HIPMI Wonosobo. Mari bersama wujudkan investasi nyata untuk masyarakat berjaya!
[Tim Redaksi / Editor: Malindra Anji]
Kapolres Wonosobo Dorong Stabilitas Kamtibmas Demi Kelancaran Investasi
Strategi HIPMI dan Pemkab Tarik Investasi WIBF Wonosobo 2026 di Tengah Krisis Bahan Baku
Jaga Iklim Investasi, Gubernur Luthfi Canangkan Jateng Zero Anarko
Pemkab Wonosobo Luncurkan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko untuk Dorong Investasi