Wonosobo, satumenitnews.com – Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kedu dan Jawa Tengah terus diakselerasi melalui kolaborasi lintas sektoral antara penegak hukum dan pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama jajaran Kepolisian Resor setempat resmi mempertemukan puluhan investor serta pemangku kepentingan dalam ajang Wonosobo Investment Business Forum (WIBF) 2026 pada Selasa (9/6/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan guna memetakan potensi penanaman modal baru di wilayah tersebut.
Sekitar 75 peserta yang terdiri dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), serta sejumlah perwakilan perusahaan hadir menjajaki peluang kerja sama.
Fokus Modernisasi Pertanian dan Pariwisata
Dalam pertemuan lintas sektor ini, arah pembangunan Kabupaten Wonosobo diproyeksikan pada optimalisasi sumber daya alam lokal secara terstruktur.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menekankan bahwa forum investasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pijakan awal untuk menyatukan visi seluruh penggerak ekonomi.
“Forum investasi ini adalah momentum krusial. Kita harus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, petani, hingga pelaku UMKM demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tegas Afif dalam forum tersebut.
Pemerintah daerah secara resmi telah menetapkan peta jalan dan arah kebijakan perekonomian untuk tahun 2027 mendatang.
Tema besar yang diusung oleh pemerintah daerah adalah Modernisasi dan Hilirisasi Pertanian untuk Transformasi Pariwisata Berkelanjutan.
Langkah tersebut dinilai sangat taktis untuk meningkatkan nilai tambah serta daya jual produk pertanian lokal secara masif.
Lebih lanjut, hilirisasi ini diproyeksikan menjadi daya tarik utama sektor pariwisata yang dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Wonosobo.
Jaminan Keamanan Tunjang Iklim Investasi
Rencana besar pemerintah daerah dalam menarik modal dari luar dan memajukan sektor hilirisasi membutuhkan prasyarat utama berupa stabilitas keamanan wilayah.
Kehadiran Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menjadi sinyal kuat bahwa aparat penegak hukum di Jawa Tengah siap mengawal jalannya roda perekonomian dari gangguan ketertiban.
Institusi Polri menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di kawasan pegunungan tersebut.
“Keamanan adalah kunci utama masuknya investasi. Polri berkomitmen penuh menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif agar iklim investasi di Wonosobo terus tumbuh secara positif tanpa hambatan,” ujar aparat kepolisian dalam komitmennya mendukung iklim investasi daerah.
Melalui sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan pelaku usaha, berbagai peluang investasi yang terbangun diharapkan segera tereksekusi menjadi kerja sama nyata yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Sebagai bentuk langkah konkret penjajakan ekonomi, WIBF 2026 tidak hanya diisi dengan pemaparan kebijakan semata.
Rangkaian acara dilengkapi dengan pemutaran video dokumenter potensi daerah serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) investasi antara pemerintah dan pihak swasta.
Fase akhir kegiatan tersebut ditandai dengan pemberian penghargaan kepada para tokoh penggerak ekonomi serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada kelompok masyarakat.
WIBF 2026 Buka Peluang Emas Investasi UMKM & Pertanian Wonosobo
Strategi HIPMI dan Pemkab Tarik Investasi WIBF Wonosobo 2026 di Tengah Krisis Bahan Baku
Audiensi PPKW Soroti Dampak Sosial Investasi PT Cipta Kreasi Wisata
Jaga Iklim Investasi, Gubernur Luthfi Canangkan Jateng Zero Anarko