Wonosobo, satumenitnews.com – Alun-Alun Wonosobo mendadak berubah menjadi lautan manusia, Selasa (16/6). Sebanyak 15.000 peserta yang terdiri dari santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah, hingga pondok pesantren se-Kabupaten Wonosobo tumpah ruah dalam kegiatan Pawai Ta’aruf Semarak Muharram 1448 H.
Gelaran massal ini menjadi bagian integral dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo. Sejak pagi, para peserta didik bersama ustadz dan ustadzah memadati pusat kota, menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menyambut tahun baru Islam.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan simbolis. Di balik keramaian pawai, terdapat misi penguatan pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an yang coba digaungkan pemerintah daerah kepada masyarakat luas di wilayah Kedu, Jawa Tengah, ini.
Refleksi di Tahun Baru Islam
Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S.Ag., memandang peringatan Muharram tahun ini sebagai momentum penting bagi daerah. Menurutnya, pergantian tahun hijriah harus dimaknai sebagai upaya refleksi diri, bukan sekadar pergantian kalender.
Afif menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak bisa diukur dari pembangunan fisik semata. Ia meyakini bahwa kualitas moral dan akhlak masyarakat menjadi fondasi utama kemajuan sebuah wilayah.
Semarak Muharram menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat pendidikan karakter generasi muda. Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas moral dan akhlak masyarakatnya, ujar Afif.
Ia menambahkan, pendidikan Al-Qur’an memegang peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual. Harapannya, lahir generasi yang memiliki integritas, peduli terhadap sesama, serta mampu menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sinergi Pendidikan Keagamaan
Di sisi lain, Ketua Badko LPQ Kabupaten Wonosobo, H. Soleh Rosyadi, memberikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Baginya, keterlibatan ribuan santri dalam acara ini membuktikan bahwa pembinaan generasi Qurani di Wonosobo berjalan konsisten.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang selama ini terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan Al-Qur’an. Semarak Muharram tahun ini menjadi salah satu rangkaian Hari Jadi Wonosobo ke-201 sekaligus wadah syiar Islam dan penguatan ukhuwah bagi masyarakat, tutur Soleh.
Soleh menilai, partisipasi 15.000 peserta tersebut merupakan indikator positif bagi ekosistem pendidikan keagamaan di wilayahnya. Ia berharap momentum ini terus memotivasi para pengajar di TPQ dan madrasah untuk tetap konsisten membina anak-anak usia sekolah.
Nyawiji Makarti untuk Wonosobo
Melalui gelaran ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo ingin nilai-nilai hijrah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari peningkatan kualitas ibadah hingga kontribusi nyata terhadap daerah. Semangat tersebut selaras dengan tema besar Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo, yaitu Nyawiji Makarti, Wonosobo Loh Jinawi.
Tema ini mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas santri, untuk bersatu dan bergotong royong. Tujuannya jelas, yakni mewujudkan Wonosobo yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga sejahtera dan memiliki daya saing moral yang kuat di tengah tantangan zaman.
Polres Wonosobo Amankan Rute Pawai Taaruf Ribuan Santri dalam Perayaan Semarak Muharram 1448 H
Gema Muharram di Wonosobo: Yayasan As-Shulaiman Santuni 30 Anak Yatim pada Hari Raya Idul Yatama
Momentum 1 Muharram Menjadi Tonggak Meningkatkan Iman dan Persaudaraan
Pedagang Pasar Induk Wonosobo Santuni 176 Anak Yatim dan Dhuafa Sambut Tahun Baru Islam