Home » Pamit Memancing, Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal di Telaga Menjer

Pamit Memancing, Pemuda 20 Tahun Ditemukan Meninggal di Telaga Menjer

by Pidres Wonosobo
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com — Seorang pemuda berinisial DP (20) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Telaga Menjer, Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Sabtu pagi, 7 Februari 2026. Penemuan ini mengakhiri pencarian warga setempat setelah korban sempat hilang kontak beberapa hari.

Kapolsek Garung, AKP Nur Wahyu Wibowo membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya menerima laporan penemuan mayat sekitar pukul 09.10 WIB dan langsung menerjunkan personel bersama Piket SPKT Polres Wonosobo ke lokasi.

“Begitu menerima informasi dari perangkat desa, petugas segera bergerak ke TKP untuk melakukan evakuasi dan pengamanan lokasi. Proses evakuasi melibatkan Basarnas Wonosobo, BPBD Kabupaten Wonosobo, aparat kecamatan, perangkat desa, serta warga setempat,” ujar AKP Bowo saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Baca juga :  Menilik Kepingan Surga di Curug Sikarim Wonosobo

Tidak Ada Tanda Kekerasan

Tim gabungan berhasil mengevakuasi jenazah yang mengapung di tepi timur telaga. Petugas medis dari Puskesmas 1 Garung segera melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban untuk memastikan penyebab kematian.

AKP Bowo menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada indikasi tindak pidana atau penganiayaan pada fisik korban. Kondisi air yang dingin diduga mempercepat penurunan kondisi tubuh korban saat kejadian.

“Diagnosa sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam disertai hipotermia,” jelasnya kepada awak media.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun kepolisian, korban sebelumnya berpamitan kepada rekannya pada Selasa malam, 3 Februari 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Kala itu DP berniat memancing di area Telaga Menjer.

Baca juga :  Pemberian Hukuman Sebagai Bentuk Kasih Sayang Pelatih

Keluarga mulai resah karena hingga keesokan harinya korban tidak kunjung pulang ke rumah. Upaya pencarian sempat dilakukan keluarga bersama warga di sekitar telaga, namun hasilnya nihil hingga korban akhirnya ditemukan mengapung pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak prosedur autopsi.

Jenazah kemudian diserahkan polisi kepada keluarga untuk segera dimakamkan. Menutup keterangannya, Kapolsek mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di dekat perairan, terutama saat cuaca berkabut dan dingin.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy