Pameran MULTIFRAME#7 UNS Hadirkan 125 Seniman dari 12 Negara di Yogyakarta

Listen to this article

Surakarta, satumenitnews.com – Program Studi Seni Rupa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar pameran internasional. Pameran bertajuk MULTIFRAME#7 ini berlangsung di Jogja Gallery, Yogyakarta. Acara bergengsi ini digelar secara gratis pada 24 hingga 29 Oktober 2026.

Ajang pameran ini menghadirkan kolaborasi 125 seniman dari 12 negara berbeda. Pameran ini menampilkan sekitar 120 karya seni rupa kontemporer. Para dosen lintas perguruan tinggi turut mengangkat kekayaan budaya dan filosofi Nusantara.

MULTIFRAME#7 mengusung tema “Cosmos as a Journey of Life and Visual Exploration”. Tema ini bermakna Kosmos sebagai Perjalanan Hidup dan Eksplorasi Visual.

Peserta terdiri atas 107 seniman Indonesia dan 18 seniman mancanegara. Belasan seniman asing tersebut berasal dari 11 negara berbeda. Negara tersebut meliputi Malaysia, Kroasia, Estonia, Argentina, Kanada, Slovakia, Belarus, Bulgaria, Belanda, Taiwan, dan India.

Dekan FSRD UNS, Prof. Dr. Deny Tri Ardianto, S.Sn., Dipl.Art., resmi membuka pameran ini. Acara pembukaan berlangsung meriah pada Sabtu (24/10/2026). Rangkaian acara dimeriahkan dengan pertunjukan tari tradisional yang memukau para undangan.

Karya Dosen Lintas Perguruan Tinggi

Kekuatan utama pameran ini adalah keterlibatan delapan dosen dari enam kampus berbeda. Kampus tersebut adalah ISBI Bandung, UPI, dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Hadir pula akademisi dari ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, dan Universitas Negeri Semarang.

Mereka menghadirkan karya istimewa dengan beragam medium dan pendekatan artistik. Karyanya meliputi lukisan, keramik, seni patung, hingga eksplorasi kayu dan batu alam.

Dosen ISBI Bandung, Supriatna, memamerkan lukisan Memories of Dancing with Horses. Lukisan akrilik tentang Kuda Renggong ini mengangkat tradisi perayaan khitanan masyarakat. Karya ini menyimbolkan harapan besar orang tua terhadap keberhasilan masa depan anaknya.

Akademisi ISBI Bandung lainnya, Gustiyan Rachmadi, menampilkan patung kayu Hole. Karya berbahan kayu angsana ini menginterpretasikan kosmologi Jawa secara mendalam. Lubang bundar di tengahnya menjadi simbol pancer atau pusat perputaran kosmos.

Eksplorasi Filosofi Nusantara

Warli Haryana dari UPI turut menghadirkan lukisan akrilik Jagad Lelana. Karyanya menampilkan pertemuan simbolis antara tokoh Semar dan sesosok raksasa. Semar merepresentasikan kebijaksanaan hidup, sedangkan Buto menjadi simbol keserakahan hawa nafsu manusia.

Sementara itu, Ika Ismurdyahwati dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya menampilkan karyanya. Karya The Splendors of Nusantara’s Flowers ini mengeksplorasi kekayaan flora nusantara. Keindahan bunga ini menjadi bagian penting dari identitas alam Indonesia.

Arif Suharson dari ISI Yogyakarta menghadirkan karya keramik Blue Emotion. Karya ini mengeksplorasi hubungan laki-laki dan perempuan melalui falsafah Jawa. Hubungan manusia dipahami sebagai siklus kehidupan yang menyatukan unsur fisik dan spiritual.

Transformasi Medium Artistik

I Nyoman Suyasa dari ISI Surakarta menampilkan karya batu alam Sinta dan Trijata. Karyanya terinspirasi langsung dari relief Ramayana di kompleks Candi Prambanan. Seniman menghadirkan ilusi tiga dimensi yang menyerupai pahatan relief aslinya.

Akademisi ISI Surakarta lainnya, Bagus Indrayana, menghadirkan karya Keseimbangan berbahan kayu jati. Karya ini mengeksplorasi karakter alami kayu melalui susunan bidang organik. Tekstur ukirannya berhasil membangun komposisi artistik yang sangat menawan.

Deni Setiawan dari Universitas Negeri Semarang menampilkan lukisan abstrak Infinite Journey. Karya akrilik di atas kertas ini menggambarkan kehidupan sebagai sebuah perjalanan panjang. Percikan warnanya menyimbolkan perubahan yang terus bergerak mencari berbagai kemungkinan baru.

Kurator dan Seniman Internasional

Ketua Pameran, Dr. Sn. Dona Prawita Arissuta, S.Sn., M.Hum., memberikan penjelasannya. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan pameran perdana pada 2017 silam. Penyelenggaraan yang semula dua tahunan kini berkembang menjadi agenda rutin tahunan.

Tema kosmos dipilih untuk merefleksikan perjalanan kreatif setiap individu seniman. Mereka memadukan pengalaman kehidupan, alam, kebudayaan, dan ragam ekspresi visual. Keragaman ini dipertemukan sebagai konstelasi artistik yang saling melengkapi satu sama lain.

Pameran ini melibatkan tiga kurator andal dari berbagai negara berbeda. Mereka adalah Sudjud Dartanto (Indonesia), Md Imran Hossen (Bangladesh), dan Sompron Taemprasit (Thailand). Keterlibatan mereka sangat memperkuat kualitas dialog seni rupa di kancah internasional.

Sejumlah seniman mancanegara turut berpartisipasi memamerkan karya visualnya. Beberapa di antaranya adalah Rosana Descalzo (Argentina), Maja Zemunik (Kroasia), dan Darya Hancharova (Belarus).

Panitia juga mengundang sejumlah seniman profesional Indonesia yang sangat berpengalaman. Mereka antara lain Klowor Waldiono, Dyan Anggraini, Alex Luthfi, dan Putu Sutawijaya.

Ruang Apresiasi dan Regenerasi Seni

Selain ruang apresiasi, ajang ini memberikan kesempatan emas bagi para mahasiswa. Mereka bisa belajar langsung dari dosen, alumni, dan seniman profesional.

Melalui sesi diskusi, mahasiswa memperoleh wawasan baru tentang teknik penciptaan karya. Mereka belajar mengembangkan konsep, memilih medium, dan strategi membangun jejaring galeri. Mahasiswa juga lebih memahami peluang pameran di ajang seni bertaraf internasional.

Keterlibatan para alumni sebagai peserta pameran turut memperkuat proses regenerasi seniman. Kehadiran dosen lintas kampus juga mempererat hubungan antarlembaga pendidikan seni nasional. Kolaborasi ini menjadi sarana strategis untuk memperluas ruang apresiasi seni rupa.

Pameran MULTIFRAME#7 terbuka gratis untuk seluruh kalangan masyarakat umum. Acara ini berlangsung setiap pukul 12.00–20.00 WIB. Pengunjung bisa langsung mendatangi lokasi pameran di Jogja Gallery, Yogyakarta.

Related posts

Rogo Singo Barong Meriahkan Demangan Fest #2

RS Siloam Hadirkan Cek Kesehatan Gratis di Demangan Fest #2

Demangan Fest #2 Bawa Berkah, UMKM Laris dan Seni Budaya Semarakkan Yogyakarta

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More