Yogyakarta, Satumenitnews.com — Rogo Singo Barong turut memeriahkan Demangan Fest #2 di kawasan SD Muhammadiyah Sapen, Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Minggu (25/10/2026). Kelompok seni ini menghadirkan pertunjukan yang menambah semarak perayaan warga.
Karang Taruna Kelurahan Demangan menggelar festival ini sebagai bagian dari perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Selain menghadirkan bazar UMKM dan hiburan musik, panitia juga memberi ruang bagi komunitas seni untuk menunjukkan potensinya.
Bagi Rogo Singo Barong, kesempatan tampil kali ini terasa istimewa. Mereka dapat menunjukkan kemampuan sekaligus ikut meramaikan kegiatan di lingkungan sendiri.
Bopo Fendri, salah satu pembina Rogo Singo Barong, mengungkapkan kebanggaan dan kegembiraannya. Sebab, Kelurahan Demangan merupakan tempat tinggal sekaligus kampungnya.
“Sebagai warga Demangan, tentu saya merasa bangga dan senang bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Apalagi, ini kelurahan dan kampung saya sendiri. Kami berterima kasih kepada panitia Demangan Fest yang sudah memberikan ruang bagi Rogo Singo Barong untuk tampil dan menunjukkan potensi kami,” ujar Fendri.
Menurut Fendri, panggung festival memberi kesempatan bagi kelompok seni lokal untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. Selain itu, ruang tampil seperti ini dapat memacu semangat anggota untuk terus berkarya.
Ia juga mengapresiasi Karang Taruna Kelurahan Demangan yang melibatkan Rogo Singo Barong dalam rangkaian acara. Baginya, dukungan terhadap komunitas seni menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan budaya di lingkungan masyarakat.
Rogo Singo Barong Tampilkan Potensi Seni Lokal
Rogo Singo Barong memiliki tiga pembina, yakni Bapak Sunayo, Bopo Bayu Laksana, dan Bopo Fendri. Kelompok ini menunjuk Ardi sebagai ketua dan Dava sebagai wakil ketua. Selain itu, sebanyak 25 anggota turut mendukung kegiatan kelompok.
Saat tampil di Demangan Fest, Rogo Singo Barong menggunakan gamelan pinjaman dari Kemantren Gondokusuman. Mereka mengangkut peralatan tersebut menggunakan kendaraan Tosa Demangan untuk mendukung pertunjukan.
Dukungan berbagai pihak membantu kelompok ini mempersiapkan penampilan. Karena itu, partisipasi dalam festival juga mencerminkan semangat gotong royong antara komunitas seni dan lingkungan sekitarnya.
Rogo Singo Barong membuka kesempatan bagi siapa saja untuk bergabung. Mereka tidak membatasi keanggotaan hanya bagi warga Kelurahan Demangan. Dengan semangat keterbukaan tersebut, kelompok ini turut mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan seni dan budaya.
Demangan Fest Beri Ruang bagi Komunitas Seni
Karang Taruna Kelurahan Demangan menghadirkan beragam kegiatan dalam Demangan Fest #2. Mulai dari bazar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, lomba mewarnai anak-anak, edukasi lingkungan, hingga pertunjukan seni dan musik.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, festival mempertemukan pelaku usaha, komunitas seni, dan masyarakat. Pelaku UMKM dapat memasarkan produk mereka. Sementara itu, kelompok seni memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan kreativitas kepada pengunjung.
Kehadiran Rogo Singo Barong menjadi salah satu contoh potensi lokal yang ikut menghidupkan festival. Mereka membawa semangat komunitas sekaligus memperkenalkan kelompok seni kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain itu, partisipasi kelompok ini memperlihatkan bahwa festival tingkat kelurahan dapat menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas warga. Kegiatan seperti ini juga mempererat hubungan antarkomunitas melalui seni dan kebudayaan.
Bagi Fendri dan anggota Rogo Singo Barong, kesempatan tampil di Demangan Fest menjadi pengalaman yang membanggakan. Mereka dapat berkontribusi langsung dalam kegiatan di kampung sendiri.
Melalui Demangan Fest #2, Karang Taruna Kelurahan Demangan menunjukkan bahwa perayaan warga dapat menggabungkan hiburan, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan seni budaya.
Rogo Singo Barong pun berharap ruang kreativitas seperti ini terus hadir dalam kegiatan masyarakat. Dengan dukungan warga dan penyelenggara, kelompok seni lokal dapat terus berkarya sekaligus menjaga semangat kebudayaan di Kota Yogyakarta.