Pemkab Wonosobo Paparkan Bukti Optimalisasi Kampung Keluarga Berkualitas Demi Wujudkan SDM Unggul 2045

Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Pembangunan keluarga menjadi fondasi utama bagi daerah dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui optimalisasi penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas secara masif hingga tingkat desa.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan komitmen tersebut saat memaparkan program kerjanya dalam wawancara Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Penilaian bergengsi ini berlangsung di Ruang Command Center Setda Wonosobo pada Senin (11/5/2026).

Afif memandang momentum penilaian tingkat provinsi ini sebagai ruang pembuktian keseriusan daerah. Pembangunan kualitas keluarga merupakan pilar utama dari pembentukan sumber daya manusia yang mumpuni.

“Pembangunan keluarga bukan hanya menjadi program sektoral, melainkan pondasi strategis dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, berdaya saing, dan sejahtera,” ucap Afif.

Regulasi Kuat Wujudkan Pemerataan

Pemerintah daerah tidak sekadar memberikan janji, tetapi menerbitkan serangkaian regulasi konkret. Kebijakan ini menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas.

Aturan yang diterbitkan meliputi Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 54 Tahun 2023, Instruksi Bupati, serta Keputusan Bupati terkait pembentukan tim koordinasi optimalisasi.

Bukti nyata dari regulasi tersebut terlihat pada pemerataan program. Tercatat sejak tahun 2024, seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Wonosobo telah memiliki Kampung Keluarga Berkualitas secara terintegrasi.

Kiprah Mandiri Kencana Desa Wonosari

Satu dari sekian banyak kisah sukses di Wonosobo lahir dari Kampung KB Mandiri Kencana di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosobo. Kampung ini mewakili daerah ke tingkat provinsi karena memiliki inovasi dan sinergitas yang kuat dalam Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana atau Bangga Kencana.

Afif menjelaskan bahwa Mandiri Kencana memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Masyarakat di desa tersebut sangat inovatif dalam mengatasi berbagai persoalan sosial untuk mencetak generasi yang sehat.

“Mandiri Kencana memiliki semangat besar untuk melahirkan masyarakat yang aktif bergotong royong, inovatif dalam mengatasi persoalan sosial, serta mampu mencetak generasi penerus yang unggul, sehat, dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.

Secara filosofis, nama Mandiri Kencana membawa makna yang dalam. Mandiri melambangkan kekuatan internal dan keteguhan warga, sedangkan Kencana berarti emas yang merepresentasikan sesuatu yang murni serta bernilai tinggi.

Kualitas ini dibuktikan dengan tren prestasi pada tahun-tahun sebelumnya. Kampung KB di Kabupaten Wonosobo sukses meraih predikat Terbaik I Tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2024 dan 2025.

“Kami berharap Kampung KB Mandiri Kencana Desa Wonosari kembali mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Kabupaten Wonosobo di tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026,” kata Afif.

Inovasi yang dipaparkan dalam wawancara virtual bersama tim penilai mencakup penguatan ketahanan keluarga, peningkatan mutu kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga integrasi layanan sosial masyarakat berbasis gotong royong.

Evaluasi Berkala Dorong Peningkatan Peserta KB

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Wonosobo.

Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Wonosobo Dyah Retno S menjelaskan bahwa tim koordinasi bergerak melintasi batas sektor. Integrasi dan konvergensi program dilakukan sesuai dengan kewenangan masing-masing perangkat daerah.

Pembinaan terhadap kelompok kerja Kampung KB berjalan sangat ketat, minimal empat kali dalam setahun. Pada Triwulan I berfokus pada penyusunan Rencana Kerja Masyarakat, Triwulan II untuk penguatan pelaksanaan program, Triwulan III untuk evaluasi pembinaan, dan Triwulan IV untuk evaluasi menyeluruh serta rekomendasi perbaikan.

Hasil dari pembinaan ketat ini sangat terukur. Berdasarkan data per 31 Desember 2025, sebanyak 231 dari total 265 Kampung KB di Wonosobo atau 88 persen telah masuk klasifikasi berkelanjutan.
Sisanya, 18 Kampung KB masuk klasifikasi mandiri, 11 berstatus berkembang, dan hanya 5 yang masih berada di klasifikasi dasar.

Selain penguatan kelembagaan, pencapaian program keluarga berencana di Desa Wonosari menunjukkan tren yang sangat positif. Tingkat kesertaan KB mencapai 83 persen dengan lonjakan signifikan sejak kurun waktu 2016 hingga 2025.

Pada tahun 2016, dari 142 pasangan usia subur, tercatat 114 peserta KB. Dari jumlah tersebut, peserta Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) hanya 53 orang dan non-MKJP 31 orang.

Memasuki tahun 2025, jumlah pasangan usia subur bertambah tajam menjadi 715 pasangan dengan total 593 peserta KB. Pengguna MKJP naik drastis menjadi 255 peserta, sedangkan pengguna non-MKJP mencapai 338 peserta. Kondisi ini membuktikan makin tingginya kesadaran warga atas pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi di Wonosobo.

Gerakan Digital Kampung Keluarga Wonosobo: Upaya Sunyi Menuju Desa Mandiri dan Berkelanjutan

Program Kampung Keluarga Berencana Jadi Unggulan, Desa Candimulyo Digadang Juara Nasional

Evaluasi Program PKK Wonosobo 2024: Upaya Meningkatkan Kinerja Keluarga dan Masyarakat

Deklarasi Kampung Keluarga Berkualitas: Langkah Nyata Wonosobo Menuju Indonesia Emas

Festival Cinta Keluarga Wonosobo: Menyemai Kualitas Hidup Keluarga

 

Related posts

Perumda Tirta Aji Wonosobo Salurkan Dana Zakat Pegawai untuk Bantuan RTLH Bagi Warga Tak Terjangkau Pusat

Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno Pantau Langsung Tes Garjas Periode I Tahun 2026

Kodim 0707 Wonosobo Tekan Defisit Stok Darah Lewat Donor Massal Milad SMK Muhammadiyah

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More