Totok Hedi Gembleng Pengurus GPM Yogyakarta Perkuat Ideologi Marhaenis

Listen to this article

Yogyakarta, satumenitnews.com – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Totok Hedi, menggembleng pengurus Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Yogyakarta. Pertemuan ini berlangsung di Bale Marhaen, Pengok, Yogyakarta, pada Kamis (22/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum konsolidasi ideologi dan penguatan karakter kader. Agenda ini juga meneguhkan komitmen perjuangan Marhaenisme di tengah dinamika sosial politik masyarakat.

Sekitar 35 pengurus DPC GPM Yogyakarta hadir dalam acara tersebut. Ketua DPC GPM Yogyakarta, Jarot Kurniadi, memimpin langsung rombongan pengurus daerah ini.

Turut hadir Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga DPP GPM, Antonius Fokki Ardiyanto. Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi DPP GPM, Edi Susanto, juga tampak hadir.

Perkuat Wawasan dan Ideologi Kader

Ketua DPC GPM Yogyakarta, Jarot Kurniadi, menyampaikan sambutan hangatnya. Ia berterima kasih kepada Totok Hedi yang meluangkan waktu berdialog dengan para kader di tengah kesibukannya.

Kehadiran tokoh nasional ini menjadi kesempatan penting bagi organisasi kepemudaan. Para kader bisa memperluas wawasan dan memperkuat pemahaman ideologi. Mereka juga dapat membangun semangat perjuangan demi membela kepentingan rakyat.

Sementara itu, Antonius Fokki Ardiyanto menceritakan sejarah berdirinya GPM Yogyakarta. Perjalanan GPM daerah ini selalu sejalan dengan dinamika dan romantika GPM tingkat nasional.

Menurut Fokki, sejarah organisasi sangat penting untuk memahami jati diri kader. Hal ini juga menjadi pedoman arah perjuangan kader dalam meneruskan cita-cita Marhaenisme.

Fokki menegaskan bahwa organisasi tidak cukup sekadar memiliki struktur dan kegiatan seremonial. GPM harus tumbuh menjadi ruang pembentukan kesadaran ideologis bagi kaum muda. Organisasi ini harus mampu menjawab persoalan konkret di tengah masyarakat.

Menjawab Tantangan Marhaenisme Masa Kini

Pada sesi utama, Totok Hedi memberikan pembekalan ideologis kepada seluruh pengurus. Ia mengajak kader menelusuri kembali sejarah lahirnya konsep Marhaen. Totok juga menjelaskan sosok nyata Marhaen pada masa sekarang.

Perjuangan Marhaenisme bukan sekadar romantisme sejarah atau slogan politik semata. Ideologi ini harus menjadi pisau analisis untuk membaca ketimpangan sosial dan ketidakadilan ekonomi rakyat kecil.

“Kader Marhaenis harus memahami siapa Marhaen hari ini dan bagaimana persoalannya. Kita juga harus tahu posisi kita dalam membela kepentingan mereka,” pesan Totok dalam pembekalan tersebut.

Totok Hedi juga menekankan pentingnya keteguhan dalam berorganisasi. Menurutnya, perjuangan tidak selalu menghadirkan kenyamanan, popularitas, atau sekadar keuntungan material.

Setiap kader pasti menghadapi konsekuensi dan pengorbanan saat memilih berjuang bersama rakyat. Mereka harus siap memikul tanggung jawab besar tersebut tanpa keraguan.

Ia mengingatkan bahwa semangat berorganisasi tidak boleh pudar. Kader harus bersedia berjuang, bertahan dalam kesulitan, dan merasakan penderitaan rakyat saat menentukan pilihan politik.

Menjadi kader Marhaenis berarti selalu berpihak kepada kepentingan rakyat. Pilihan politik tidak boleh berdasarkan kepentingan pribadi, jabatan, atau keuntungan sesaat semata. Semua harus berangkat dari komitmen teguh pada perjuangan rakyat.

Dukungan Nyata dan Komitmen Perjuangan

Pertemuan tersebut juga kental dengan semangat gotong royong. Pada kesempatan itu, Totok Hedi turut membantu pengadaan seragam bagi pengurus DPC GPM Yogyakarta.

Bantuan seragam ini merupakan wujud dukungan nyata terhadap penguatan organisasi. Fasilitas ini diharapkan mampu menunjang kekompakan pengurus dalam menjalankan berbagai aktivitasnya.

Bagi GPM Yogyakarta, agenda ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa bersama anggota dewan. Pertemuan ini menjadi proses penting untuk memperkuat karakter perjuangan kader di tengah persoalan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, DPC GPM Yogyakarta meneguhkan komitmen organisasinya. Mereka akan terus menghidupkan tradisi diskusi, pendidikan politik, dan kerja nyata untuk kemaslahatan rakyat.

Marhaenisme tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus dijalani dan senantiasa diperjuangkan. Ukuran seorang kader sejati adalah keteguhannya bekerja bersama rakyat dalam menghadapi kenyataan hidup sehari-hari.

Related posts

Rotary Club Yogyakarta Mangkubumi Salurkan 10 Tangki Air untuk Warga Tepus Gunungkidul

Rekor MURI! Wonosobo Cetak Ribuan Hafidz Songsong Indonesia Emas

Koramil 01/Wsb Laksanakan Karya Bakti, Perkuat Kepedulian Lingkungan Melalui Pembersihan dan Pembuatan Lubang Biopori

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More