Puluhan Korban Kebakaran Desa Tieng Wonosobo Terima Dana Darurat

Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Sebanyak 49 jiwa dari 16 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal secara mendadak akibat insiden kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Dusun Krajan. Para korban kebakaran Desa Tieng Wonosobo ini menanggung kerugian material yang menembus angka Rp1,7 miliar setelah tempat bermukim mereka rata dengan tanah.

Peristiwa pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB tersebut menghancurkan total 11 rumah secara tak bersisa. Sejumlah bangunan di sekitarnya juga mengalami tingkat kerusakan yang bervariasi, dari skala sedang hingga berat akibat rambatan api. Saat ini, fokus penanganan beralih penuh pada pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas yang kehilangan harta benda mereka.

Rincian Dana Pemulihan bagi Korban Kebakaran Desa Tieng Wonosobo

Guna mempercepat masa transisi dan perbaikan fisik bangunan, suntikan dana segar sebesar Rp135 juta mulai diarahkan kepada kelompok warga terdampak. Skema pembiayaan darurat ini bersumber dari urunan lintas instansi yang langsung diteruskan kepada para kepala keluarga pada Senin (21/9/2026). Angka paling besar datang dari program tanggung jawab sosial (CSR) Bank Jateng yang mengeluarkan nilai Rp80 juta.

Sisa pendanaan ditutup melalui kas Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Wonosobo yang masing-masing mengeluarkan anggaran Rp20 juta. Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) setempat juga memotong kas sebesar Rp15 juta guna melengkapi total kebutuhan awal perbaikan kawasan permukiman tersebut.

Selain kucuran uang tunai, aliran logistik berupa material konstruksi dasar seperti semen dan lembaran seng menjadi prioritas pengiriman. Komponen ini sangat krusial untuk memfasilitasi pembangunan ulang belasan rumah, mengingat kawasan Kecamatan Kejajar berada di dataran tinggi bersuhu dingin yang membuat kebutuhan tempat berlindung sangat mendesak.

Pasokan bahan bangunan itu didampingi pengiriman paket logistik pangan dan sandang. Kebutuhan operasional harian terus disuplai agar warga tidak menghadapi krisis lanjutan selama bertahan di sejumlah lokasi penampungan sementara.

Kelompok relawan dan unsur aparat kewilayahan saat ini terus bersiaga di lokasi bekas kebakaran. Mereka membongkar puing-puing sisa material bangunan yang hangus serta meratakan lahan sebagai tahapan awal persiapan pendirian kerangka tempat tinggal baru bagi 16 keluarga tersebut.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, memastikan bahwa intervensi pemerintah daerah akan berjalan beriringan dengan masyarakat dalam menuntaskan krisis ini. Pihaknya menjamin kelangsungan pasokan logistik dan hak dasar warga akan terus diawasi hingga hunian baru selesai terbangun.

“Musibah ini memang telah berlalu, tetapi perhatian kita kepada warga tidak boleh berhenti. Pemerintah hadir bersama masyarakat dan berbagai pihak untuk membantu proses pemulihan, agar warga dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik,” tegas Afif.

Related posts

Kodim 0707/Wonosobo Gelar Bazar Murah dan Makan Gratis, Wujud Kepedulian TNI Sambut HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro

Kodim 0707/Wonosobo Dukung Launching GELORA Indonesia ASRI dan Aksi Bersih WCD 2026 di Taman Wisata Kalianget

Pererat Silaturahmi, Kasdim 0707/Wonosobo Hadiri Pembukaan Open Turnamen Sepak Bola PPDI Cup 2026

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More