Harga Daging Sapi di Wonosobo Tembus Rp150 Ribu

Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Warga dan pedagang pasar tradisional harus menghadapi lonjakan biaya belanja setelah harga daging sapi di Wonosobo terus merangkak naik hingga menyentuh angka Rp150.000 per kilogram. Lonjakan harga yang membebani isi dompet masyarakat ini dipicu oleh kelangkaan pasokan sapi siap potong di tingkat peternak lokal.

Tidak hanya daging, sejumlah komoditas pangan penting di Pasar Induk Wonosobo dan Pasar Kertek juga kembali meroket. Kenaikan harga ini terjadi secara mendadak seiring tingginya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang tahun ajaran baru sekolah.

Kelangkaan stok sapi siap potong menjadi penyebab utama pasokan daging ke pasar tradisional tersendat sejak komoditas ini naik pasca-Idulfitri. Kondisi tersebut memaksa para pedagang menaikkan harga jual eceran demi menutup modal operasional yang terus membengkak.

Selain sektor pangan, pergerakan rantai pasok energi dan pertanian di wilayah eks-Karesidenan Kedu ini juga tengah berada dalam pengawasan ketat. Kelancaran pasokan tabung gas LPG 3 kilogram serta ketersediaan stok pupuk bersubsidi menjadi titik krusial yang dipantau agar tidak membebani daya beli masyarakat kelas bawah.

Pemeriksaan di lapangan menyasar gudang penyimpanan pupuk bersubsidi di Selokromo hingga jajaran agen resmi di kawasan Pasar Induk Wonosobo. Tim pengawas memeriksa secara menyeluruh mulai dari aspek legalitas administrasi, sarana penyimpanan, hingga kesesuaian alokasi pupuk bagi petani.

Kelangkaan Pasokan Picu Lonjakan Harga Daging Sapi di Wonosobo

Jalur distribusi tabung gas LPG 3 kilogram juga tidak luput dari pemeriksaan ketat yang dimulai dari SPBE Sawangan hingga ke tingkat agen pengecer. Fokus utama pengawasan ini tertuju pada kepatuhan rantai distribusi terhadap ketentuan harga eceran baku agar akses energi bersubsidi tetap tepat sasaran.

Secara umum, pergerakan naik harga pangan dinilai dipengaruhi oleh lonjakan aktivitas ekonomi masyarakat yang bertepatan dengan tahun ajaran baru. Bertambahnya permintaan pasar secara mendadak membuat stabilitas harga komoditas terganggu setelah sempat mengalami tren penurunan pada pekan sebelumnya.

Otoritas setempat mengeklaim ketersediaan stok di pasar tradisional Jawa Tengah ini masih relatif aman meskipun fluktuasi harga terus terjadi. Penyesuaian harga dinilai masih berada dalam batas toleransi pasar akibat adanya siklus tahunan penerimaan siswa baru.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Wonosobo, Lintang Esti Pramanasari, menjelaskan bahwa pengawasan terpadu sengaja dilakukan pada tiga sektor strategis tersebut. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran riil mengenai kondisi harga dan serapan di lapangan.

Pemerintah daerah berencana memanfaatkan hasil temuan lapangan ini sebagai dasar penyusunan kebijakan intervensi pasar untuk meredam gejolak harga. Koordinasi lintas instansi akan segera dilakukan guna merumuskan langkah taktis dalam menekan dampak kenaikan harga komoditas terhadap daya beli masyarakat.

“Monitoring dan evaluasi pada tiga sektor ini dilaksanakan dalam rangka menjamin stabilitas pasokan, keterjangkauan harga, serta ketepatan sasaran penyaluran guna mendukung ketahanan pangan,” tegas Lintang saat memberikan keterangan resmi terkait evaluasi tersebut.

Editor: Malindra Anji

Related posts

Kodim 0707/Wonosobo Kembali Gelar Nobar Piala Dunia, Dandim : Olahraga Mengajarkan Kerja Sama dan Sportivitas

Kades Talunombo Gandeng UI, Atasi Krisis Air dan Lahan di Wonosobo

Yonif TP 444/Satria Setjonegoro Resmi Punya Lambang Satuan dan Sesanti “Berani Setia Terhormat”

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More