Wonosobo, satumenitnews.com – Pemerintah Desa Talunombo, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, resmi menggandeng Universitas Indonesia (UI) untuk mengatasi krisis mata air dan merosotnya produktivitas lahan. Kesepakatan strategis ini dijalin di sela-sela forum penguatan kapasitas kepemimpinan garapan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri di Depok.
Kepala Desa Talunombo, Badarudin, menegaskan bahwa langkah taktis ini merupakan respons nyata terhadap perubahan zaman yang menuntut kepemimpinan adaptif. Menurutnya, tantangan pembangunan di wilayah perdesaan Kedu terlalu kompleks jika hanya bersandar pada rutinitas dana desa tanpa inovasi lintas sektor.
“Kami berharap akademisi tidak hanya hadir memberikan materi, tetapi juga ikut mendampingi desa dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan melalui pendekatan ilmiah,” tegas Badarudin saat ditemui di Kantor Desa Talunombo.
Ia menambahkan, keterlibatan institusi pendidikan tinggi nasional akan membuka isolasi jaringan yang selama ini menghambat potensi lokal. Skema kolaborasi ini dirancang agar tidak sekadar menjadi kajian teoritis, melainkan langsung diterapkan dalam sistem pertanian dan tata kelola desa terpadu.
Tiga Fokus Inovasi Desa Talunombo bersama UI
Kerja sama konkret yang kini sedang dimatangkan bersama LP3M UI berfokus pada tiga sektor utama:
-
Pemulihan Ekosistem (Agroforestri): Kemitraan riset ditargetkan mampu memulihkan keseimbangan ekosistem perbukitan. Pendekatan yang digunakan adalah penanaman vegetasi langka serta tanaman obat untuk melindungi sumber air utama.
-
Energi Mandiri dan Ekonomi Sirkular: Warga diarahkan mengoptimalkan aliran sungai melalui infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) untuk penerangan jalan dan pemukiman. Selain itu, limbah domestik mulai diolah menjadi bahan bakar alternatif dan briket komersial.
-
Peningkatan SDM Aparatur (RPL): Otoritas desa mendorong penerapan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui sistem ini, pengalaman panjang aparatur desa dalam tata kelola pemerintahan dapat dikonversi menjadi penyetaraan akademik formal hingga jenjang sarjana di UI.
Melalui integrasi antara dunia kampus dan komunitas lokal ini, Desa Talunombo diharapkan tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan motor penggerak ketahanan pangan dan energi swadaya di Wonosobo.