Sleman, satumenitnews.com – Sebanyak 21 anggota Pengajian Nurul Istiqomah Kayen mengikuti pelatihan pemulasaraan jenazah. Mereka menggandeng Squad Muslimah Peduli untuk memberikan pelatihan ini. Acara berlangsung di Joglo Suratno, Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, pada Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kaum ibu. Mereka diharapkan terampil mengurus jenazah secara benar. Tentu saja, tata cara pelaksanaannya harus sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Praktik Menggunakan Alat Peraga
Pelatihan ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Panitia mengemas acara secara interaktif melalui materi, diskusi, dan praktik langsung. Peserta menggunakan boneka khusus sebagai alat peraga selama sesi pembelajaran.
Para peserta mendapatkan kesempatan mempelajari seluruh tahapan pemulasaraan jenazah. Tahapan ini dimulai dari proses memandikan hingga mengafani jenazah. Pemateri terus mendampingi peserta secara intensif selama praktik berlangsung.
Pemateri dari Squad Muslimah Peduli, Cicik, memberikan penjelasannya. Ia menyampaikan bahwa keterampilan mengurus jenazah merupakan pengetahuan yang penting bagi masyarakat. Kemampuan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan kewajiban umat Islam.
Selain itu, kemampuan pemulasaraan jenazah juga mencerminkan kepedulian sosial terhadap sesama. Squad Muslimah Peduli pun memiliki gagasan khusus terkait hal ini. Mereka mendorong setiap keluarga memiliki minimal satu anggota yang paham tata cara mengurus jenazah.
“Harapan kami, minimal ada satu orang dalam setiap keluarga yang mampu melaksanakan pemulasaraan jenazah dengan benar. Dengan demikian, keluarga dan masyarakat memiliki kesiapan untuk membantu ketika dibutuhkan,” ujar Cicik.
Kemandirian Keluarga Saat Kedukaan
Gagasan tersebut menjadi pesan utama dalam pelatihan pemulasaraan jenazah ini. Kegiatan ini berupaya keras membangun kemandirian keluarga saat menghadapi peristiwa kedukaan. Keluarga tidak harus selalu bergantung penuh pada petugas pemulasaraan jenazah.
Dalam sesi praktik, peserta mendapat penjelasan mengenai persiapan perlengkapan. Mereka belajar tata cara memandikan dan menjaga aurat kehormatan jenazah. Peserta juga mempelajari tahapan mengafani sesuai ketentuan syariat agama.
Penggunaan boneka khusus sangat membantu proses pembelajaran ini. Peserta bisa memahami urutan dan teknik mengurus jenazah secara lebih jelas. Mereka juga berkesempatan mempraktikkan materi secara bergantian dengan arahan langsung pemateri.
Suasana pelatihan siang itu berlangsung sangat komunikatif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif memperhatikan penjelasan dan mengajukan berbagai pertanyaan. Mereka mengikuti setiap tahapan praktik dengan penuh keseriusan.
Tanggapan Positif Peserta
Salah seorang peserta, Ristianingsih, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mendapatkan pengetahuan baru mengenai aturan dan tata cara pengurusan jenazah. Sebelumnya, ia mengaku belum sepenuhnya memahami proses tersebut secara benar.
“Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini karena menjadi lebih tahu aturan dan tata cara pemulasaraan jenazah yang benar. Pengetahuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkap Ristianingsih.
Hal senada turut disampaikan oleh peserta lainnya, Sri Sulasmi. Menurutnya, pembelajaran melalui praktik langsung memberikan pemahaman yang jauh lebih baik. Cara ini dinilai lebih efektif dibandingkan hanya mendengarkan penjelasan teori.
*”Alhamdulillah, kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga bisa langsung praktik, mulai dari memand