Wonosobo, satumenitnews.com – Kasubsatgas Dikmas Lantas, Ipda Imam Santoso, S.H., mendatangi SMA Takhassus Al-Qur’an Wonosobo untuk melaksanakan kegiatan pendidikan kemasyarakatan (Dikmas) serta sosialisasi tertib berlalu lintas pada Senin (10/2/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya responsif kepolisian dalam membentuk karakter disiplin pelajar di jalan raya.
Agenda tersebut merupakan implementasi langsung dari Operasi Keselamatan Candi 2026. Operasi ini menargetkan pemahaman dini kepada pelajar mengenai urgensi mematuhi regulasi lalu lintas demi keselamatan bersama. Ipda Imam Santoso menekankan bahwa kepatuhan di jalan raya bukan sekadar menghindari sanksi, melainkan bentuk tanggung jawab sosial.
Pendidikan Karakter di Jalan Raya
Dalam sesi sosialisasi yang berlangsung interaktif, Ipda Imam Santoso memaparkan sejumlah materi krusial. Ia menguraikan jenis-jenis rambu lalu lintas, etika berkendara yang aman, hingga analisis risiko dan dampak fatal dari pelanggaran lalu lintas. Pemaparan ini bertujuan membuka mata para siswa bahwa kelalaian sekecil apa pun dapat membahayakan nyawa sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Ipda Imam menyoroti posisi pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, kesadaran berlalu lintas harus tumbuh sejak usia sekolah untuk mencetak mentalitas disiplin yang kuat. Ia berharap para siswa tidak hanya patuh saat ada petugas, tetapi memiliki kesadaran internal untuk selalu tertib.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar dapat memahami pentingnya tertib berlalu lintas, tidak ugal-ugalan di jalan, serta selalu mengutamakan keselamatan diri dan orang lain,” kata Ipda Imam Santoso di hadapan para siswa.
Menekan Angka Kecelakaan Usia Sekolah
Selain memberikan teori, pihak kepolisian juga mengajak pelajar untuk mengambil peran aktif sebagai pelopor keselamatan. Ipda Imam menginginkan adanya perubahan perilaku yang nyata dari para siswa SMA Takhassus Al-Qur’an setelah menerima pembekalan ini. Edukasi ini diproyeksikan mampu menjadi benteng awal dalam mengurangi statistik kecelakaan yang kerap melibatkan pengendara usia muda.
Ipda Imam menambahkan bahwa implementasi ilmu di lapangan jauh lebih penting daripada sekadar pemahaman teori di dalam kelas.
“Harapannya, ilmu yang diberikan tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan usia pelajar,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini berjalan lancar. Para siswa dan pihak sekolah memberikan respons positif dan menyambut baik inisiatif kepolisian dalam memberikan edukasi preventif terkait keselamatan jalan raya di lingkungan pendidikan.

