Wonosobo, satumenitnews.com – Suasana duka menyelimuti warga pedesaan Kaliwiro setelah prajurit pembina desa andalan mereka menghembuskan napas terakhir akibat menderita sakit. Rangkaian pemakaman militer babinsa kaliguwo wonosobo ini berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Bendungan, Desa Simbarejo, Kecamatan Selomerto.
Kopral Kepala Charles Umbu Pati Engge yang selama ini menjadi garda terdepan keamanan dan ketertiban masyarakat tingkat desa harus mengakhiri masa pengabdiannya pada Minggu (28/6/2026). Keheningan dan kepedihan keluarga mengiringi perjalanan terakhir prajurit tersebut menuju tempat peristirahatan abadi di kawasan Kedu.
Kepergian prajurit yang bertugas langsung di tengah masyarakat ini mengejutkan banyak warga desa. Semasa hidup, ia dikenal rutin berkeliling memantau wilayah, merespons persoalan warga, hingga menjaga stabilitas keamanan di area pegunungan Jawa Tengah tersebut.
Prosesi pemakaman militer merupakan standar penghormatan tertinggi dari negara kepada prajurit aktif yang meninggal dunia. Pasukan bersenjata memberikan tembakan salvo ke udara sebagai tanda pelepasan jenazah ke liang lahat, memecah kesunyian kawasan pemakaman TPU Dusun Bendungan.
Ratusan pelayat dari kalangan masyarakat sipil turut berkerumun di sekitar area pemakaman untuk menyaksikan prosesi tersebut. Kehadiran warga biasa membuktikan kedekatan sosok mendiang dengan warga binaannya selama menjalankan dinas kemiliteran di lapangan.
Prosesi Penghormatan Terakhir Prajurit di Kawasan Selomerto
Upacara pemakaman dengan standar militer penuh ini melibatkan sejumlah perwira untuk memimpin jalannya formasi pasukan bersenjata. Protokol ketat diterapkan sejak penyerahan jenazah dari pihak keluarga hingga proses penurunan jenazah ke liang lahat.
Seluruh rangkaian penghormatan terakhir diurus secara terpusat oleh satuan komando kewilayahan tempat mendiang bernaung. Pasukan upacara berdiri tegap melakukan penghormatan senjata saat jenazah perlahan diturunkan ke bumi.
Kondisi cuaca di sekitar Kecamatan Selomerto turut menambah kekhidmatan prosesi pemakaman pada sore hari tersebut. Para pelayat dari unsur militer maupun sipil bertahan di lokasi hingga seluruh rangkaian upacara kemiliteran dan pembacaan doa penutup selesai dilakukan.
Pada bagian akhir prosesi, Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno yang memimpin langsung jalannya upacara menyampaikan pernyataan resminya. Ia mewakili institusi kemiliteran menyatakan duka cita mendalam atas hilangnya salah satu prajurit lapangan yang berdedikasi tinggi.
Yoyok menegaskan bahwa mendiang adalah sosok yang tidak pernah lelah menjalankan tanggung jawab kenegaraan selama bertugas di wilayah binaan.
“Dengan dipanggilnya almarhum, kita semua merasa kehilangan, khususnya keluarga yang ditinggalkan,” tegas Letkol Inf Yoyok Suyitno di hadapan para peserta upacara.
Perwira menengah tersebut mengingatkan seluruh prajurit dan pelayat bahwa kematian adalah ketetapan Tuhan yang harus diterima dengan ikhlas dan tabah. Ia menutup rangkaian dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak dan warga sipil yang telah membantu kelancaran prosesi pemakaman sejak dari rumah duka hingga ke lokasi peristirahatan terakhir.

