Wonosobo, satumenitnews.com – Terik matahari siang itu seolah memanggang ubun-ubun warga Dusun Kagungan. Berhari-hari mereka harus bergelut dengan dampak kekeringan warga Wadaslintang yang kian meresahkan, membuat tenggorokan kering kerontang dan menanak nasi pun menjadi kemewahan. Saat sebuah truk tangki akhirnya merayap masuk ke jalan sempit desa, wajah-wajah cemas yang sedari pagi menanti di depan rumah seketika berubah menjadi tawa lega.
Puluhan penduduk, mulai dari ibu-ibu hingga lansia, langsung merangsek keluar membawa ember dan jerigen. Mereka tak lagi memedulikan sengatan panas yang menyengat kulit. Bagi mereka, suara mesin truk itu bukan sekadar kendaraan lewat, melainkan harapan yang ditunggu-tunggu untuk menyambung hidup keluarga.
Setidaknya lima ribu liter air bersih digelontorkan untuk warga Desa Gumelar pada Selasa siang. Cairan kehidupan ini perlahan mengisi wadah-wadah kosong yang telah kering kerontang selama berpekan-pekan. Aliran air ini memastikan aktivitas dapur warga kembali normal dan beban mencuci pakaian yang sempat terbengkalai kini bisa teratasi.
Mengakhiri Dahaga di Lereng Perbukitan
Antrean panjang yang tertib menjadi pemandangan mengharukan di sepanjang jalan dusun. Wadah plastik aneka warna berbaris rapi layaknya prajurit, menunggu giliran untuk diisi. Tidak ada lagi rasa panik atau rebutan, yang tersisa hanyalah obrolan ringan penuh syukur di antara tetangga saat jerigen mereka akhirnya meluber ke tanah.
Fenomena ini menjadi cerminan nyata rentannya ketersediaan sumber air di sebagian wilayah eks Keresidenan Kedu saat anomali cuaca melanda. Sebelum kiriman ini datang, warga terpaksa menempuh jarak berkilo-kilometer menuruni bukit hanya untuk mendapatkan segelas air minum. Kini, beban berat yang menghimpit pundak warga perlahan terangkat.
Upaya ini merupakan bagian dari aksi kemanusiaan yang melibatkan jajaran Polres Wonosobo dan tim tanggap darurat BPBD setempat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah peringatan Hari Bhayangkara.
Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan yang turut berbaur langsung di lapangan menyatakan bahwa kehadiran aparat di tengah warga adalah kewajiban. Ia menekankan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus merespons kesulitan yang dihadapi masyarakat di lapangan, bukan sekadar urusan formalitas keamanan semata.
Puluhan Tahun Menghuni Gubuk Lapuk, Difabel di Wadaslintang Akhirnya Punya Rumah Layak
DLH Wonosobo Petakan Ribuan Mata Air Demi Cegah Krisis Air Bersih
Geo Dipa Resmikan SPAM di Desa Sikunang, Jawab Kebutuhan Air Bersih Masyarakat Wonosobo
Polsek Wadaslintang Bersama BPBD Wonosobo Salurkan Air Bersih ke Desa Karanganyar
Sat Lantas Polres Wonosobo Gelar Bakti Sosial Pemberian Bantuan Air Bersih di Wadaslintang

