Wonosobo, satumenitnews.com – Sebuah truk boks bermuatan 18 ton air mineral menyeruduk kendaraan pengangkut pakan hewan hingga terguling di Jalan Parakan-Kertek, tepatnya depan Kantor Pegadaian Kertek, Dusun Campursari. Peristiwa tabrakan dua kendaraan niaga ini memicu kepanikan warga di wilayah Kecamatan Kertek pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 09.15 WIB.
Insiden mematikan yang menambah daftar kecelakaan truk di Kertek Wonosobo ini bermula saat truk Hino B-9989-TXT melaju tak terkendali dari arah Parakan. Benturan keras membuat truk Mitsubishi Canter R-9662-AM bermuatan 7 ton pakan hewan terpelanting dan terbalik di jalan raya.
Sopir Mitsubishi Canter, Akhmad Muzaki (33) asal Purbalingga, berhasil selamat tanpa cedera berarti meski kendaraannya hilang keseimbangan secara ekstrem. Sebelum hantaman keras itu terjadi, ia sedang melaju dalam kecepatan normal dari arah Semarang menuju titik pengiriman akhir.
Muzaki mengaku sempat melihat bayangan kendaraan yang melaju cukup cepat dari arah sebelah kiri. Selang beberapa detik kemudian, ancaman sesungguhnya datang menerjang dari arah belakang truknya.
Jarak kendaraan berat yang mengancam nyawanya itu diperkirakan hanya tersisa 30 hingga 50 meter sebelum moncong truk boks menghantam bak muatannya secara telak.
“Saya tidak tahu, kelihatannya sudah cepat sekali. Ketika diseruduk dari belakang, saya berusaha mengendalikan sebisa mungkin, semaksimal mungkin,” ungkap Akhmad menggambarkan kepanikan di ruang kemudinya.
Jalur Penyelamat Hindarkan Petaka Kecelakaan Truk di Kertek Wonosobo
Setelah menghancurkan keseimbangan truk pakan di depan Kantor Pegadaian Kertek, laju truk Hino yang dikemudikan Ahmad Suhendar (28) asal Tangerang itu belum juga berhenti. Kendaraan berat bermuatan belasan ton air tersebut terus meluncur deras menuruni aspal ke arah Simpang Tiga Kertek.
Beruntung, area jalan raya di sekitar lokasi kejadian sedang benar-benar kosong dari deretan kendaraan yang biasa memadati pinggir jalan. Truk raksasa ini baru benar-benar terhenti secara total setelah dipaksa masuk menabrak material penahan di area jalur penyelamat kawasan Pos Polisi Kertek.
Ketiadaan kendaraan lain di lintasan maut tersebut secara matematis mencegah jatuhnya korban jiwa massal yang kerap terjadi akibat insiden serupa. Situasi jalan raya Jawa Tengah yang sedang lengang sukses memutus rantai potensi tabrakan beruntun.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kejadian segera mensterilkan area, mengamankan arus lalu lintas, serta menginterogasi sejumlah saksi mata di sekitar Dusun Campursari. Fokus penyelidikan diarahkan sepenuhnya pada pemeriksaan kelayakan fungsi mekanis dan pengereman kedua kendaraan niaga berat tersebut.
Kasat Lantas Polres Wonosobo AKP Muhammad Hazaquan menyatakan jajarannya terus mendalami kronologi pasti dan mengumpulkan bukti teknis di lapangan. Kesimpulan awal aparat kepolisian mengarah pada kegagalan fungsi pengereman truk Hino saat melintasi kontur jalanan yang menurun panjang.
Kawasan Simpang Tiga Kertek selama ini secara resmi ditetapkan oleh pihak kepolisian sebagai area titik buta yang sangat rawan memakan korban lalu lintas. Para pemilik armada angkutan logistik dituntut memastikan kelaikan kampas rem kendaraannya secara ketat sebelum memasuki kontur curam wilayah Kedu ini.
“Sejauh ini yang kita ketahui penyebab kecelakaannya adalah rem kendaraan dari salah satu kendaraan tidak berfungsi dengan baik,” terang Hazaquan mengonfirmasi temuan awal kepolisian.
Apakah ada angle spesifik lain atau update mengenai kondisi arus lalu lintas pasca-evakuasi yang ingin Anda tambahkan sebelum naskah ini dipublikasikan?