Lewat TMMD, Akses Jalan Pertanian 741 Meter di Krinjing Wonosobo Resmi Dicor

Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Akses distribusi hasil bumi di lereng terjal Watumalang, Kabupaten Wonosobo kini menemui titik terang. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026, akses jalan pertanian sepanjang 741 meter di Desa Krinjing resmi dilakukan pengecoran beton.

Kolaborasi lintas sektor antara personel TNI, Pemerintah Daerah, dan warga sipil ini secara drastis akan mengubah wajah infrastruktur desa agraris tersebut. Lapisan beton tebal yang dibangun bergotong-royong ini mengakhiri mimpi buruk petani sayur yang selama ini harus bertaruh melewati jalur tanah berlumpur saat mendistribusikan hasil panen.

Selain pengecoran jalan pertanian, program fisik TMMD di Desa Krinjing juga menyasar perbaikan hunian warga. Dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berlantai tanah peninggalan lama dibongkar dan dibangun ulang secara swadaya menjadi rumah berkonstruksi permanen dan sehat.

Kerek Harga Jual dan Tekan Biaya Operasional

Pembangunan infrastruktur dasar di kawasan eks-Karesidenan Kedu ini menjadi jawaban atas keluhan menahun para pengepul sayur. Sebelumnya, genangan hujan dan parit tanah liat sering melumpuhkan mobilitas kendaraan niaga, membuat ongkos angkut melonjak dan harga jual sayur anjlok akibat kerusakan logistik.

Kini, dengan jalur selebar lebih dari dua meter yang dirancang menahan tonase angkutan harian, mobilitas logistik dan kendaraan pembawa pupuk bersubsidi dapat melaju langsung ke pusat lahan tanpa hambatan. Perputaran arus barang yang semakin cepat ini diyakini akan memperkuat kemandirian ekonomi kawasan.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, turun langsung memantau lokasi eksekusi program. Ia menegaskan bahwa pemilihan Desa Krinjing sebagai titik TMMD didasarkan pada kedaruratan ekonomi masyarakat akar rumput dan kebutuhan riil perbaikan akses logistik.

“Kita memahami bahwa akses yang baik adalah syarat utama kemajuan wilayah, sehingga pembangunan harus dimulai dari kebutuhan nyata agar petani mudah menuju lahan,” tegas Afif. Ia menambahkan, pemerataan infrastruktur hingga pelosok merupakan strategi Pemkab Wonosobo untuk menekan kemiskinan struktural sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah agar pasokan pasar tetap aman.

Editor: Malindra Anji

Related posts

Dua Remaja Tewas di Dasar Jurang Gunung Bismo Wonosobo

Warga Krinjing Cor Jalan Akses Pertanian 741 Meter di Watumalang

Nobar Piala Dunia 2026 Wonosobo: Ratusan Warga Padati Koramil Tonton Semifinal

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More