Home » Tim Gabungan Pastikan 152 Pendaki Gunung Sumbing Selamat

Tim Gabungan Pastikan 152 Pendaki Gunung Sumbing Selamat

by Nanang Wibowo
Listen to this article

WONOSOBO – Sebanyak 152 pendaki Gunung Sumbing yang terdata melalui Basecamp Gajah Mungkur, Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, dipastikan telah turun dengan selamat di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di kawasan gunung tersebut.

Kepastian itu disampaikan tim gabungan dalam laporan situasi terkini pada pukul 23.30 WIB dari Basecamp Gajah Mungkur. Setelah dilakukan pencocokan dengan data registrasi pendakian, seluruh pendaki dipastikan telah kembali dan tidak ada yang tertinggal. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi sehat, tanpa korban luka maupun kecelakaan.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keselamatan pendaki menjadi prioritas utama dalam penanganan situasi tersebut.

“Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan seluruh pendaki. Alhamdulillah, berdasarkan hasil pendataan dan pencocokan dengan data registrasi, sebanyak 152 pendaki telah turun seluruhnya dalam kondisi sehat dan tidak ada yang tertinggal. Kami bersama tim gabungan juga telah melakukan langkah mitigasi, termasuk penutupan jalur pendakian dan pendirian posko untuk memantau situasi serta memberikan informasi kepada keluarga pendaki. Sementara itu, penanganan kebakaran hutan dan lahan masih terus dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan lanjutan,” demikian draf pernyataan Kapolres.

Baca juga :  Anak Hafal Al Qur’an Menjadi Aset Dunia Akhirat Bagi Orang Muslim

Tim gabungan yang terdiri atas Polres Wonosobo, Basarnas, BPBD, Puskesmas Kalikajar, Asper, pengelola basecamp, dan Palang Merah Indonesia (PMI) telah melakukan sejumlah langkah untuk memastikan keselamatan para pendaki. Salah satunya dengan menutup jalur pendakian Gunung Sumbing melalui sejumlah basecamp guna mencegah pendaki memasuki kawasan yang terdampak kebakaran.

Penutupan jalur tersebut juga dikoordinasikan dengan Polres Temanggung dan Polres Magelang untuk memastikan pengamanan jalur pendakian di wilayah terkait. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak ada pendaki yang memasuki kawasan berisiko selama kebakaran masih berlangsung.

Selain itu, tim gabungan mendirikan posko pusat kendali di Basecamp Gajah Mungkur. Posko tersebut digunakan untuk memantau perkembangan situasi sekaligus menjadi pusat informasi dan pengaduan bagi keluarga yang ingin memastikan kondisi anggota keluarganya yang sedang mendaki.

Baca juga :  Dilantik di Yogyakarta, KJW Sentil Pemerintah Lewat Misi Kontrol Sosial

Untuk membantu proses penjemputan pendaki, sebanyak 40 personel ranger dari pengelola basecamp dikerahkan menuju Pos 3. Proses tersebut membutuhkan upaya ekstra karena perjalanan dari Pos 3 menuju basecamp dapat memakan waktu lebih dari enam jam. Kondisi jalur yang licin turut menjadi tantangan bagi tim di lapangan.

Meski seluruh pendaki telah berhasil turun, penanganan karhutla masih menjadi perhatian utama. Tim gabungan terus berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk dengan Polda Jawa Tengah guna meminta dukungan tambahan. Salah satu opsi yang diharapkan dapat dilakukan adalah pemadaman melalui udara atau water bombing.

Keberhasilan memastikan seluruh pendaki turun dengan selamat menjadi langkah penting dalam penanganan situasi tersebut. Sementara itu, upaya pemadaman kebakaran masih terus dikoordinasikan agar dampaknya tidak meluas dan keselamatan masyarakat maupun petugas di lapangan tetap terjaga.

Baca juga :  99% Penginapan di Dieng Diduga Tak Berizin, DPUPR Wonosobo Mulai Lakukan Pendataan

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy