Home » Kepsek SDN Durensawit Soroti Kecanduan Gawai Siswa, Dukung Cek Mata Gratis

Kepsek SDN Durensawit Soroti Kecanduan Gawai Siswa, Dukung Cek Mata Gratis

by Malindra Anji
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Kepala Sekolah Dasar Negeri Durensawit, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Sri Wahyu Diyanti, S.Pd.SD, membagikan pandangan kritisnya terhadap dinamika pendidikan dasar saat ini. Berbekal pengalaman mengajar lebih dari tiga dekade sejak tahun 1992, ia melihat pergeseran signifikan dalam metode pembelajaran dan tantangan karakter siswa.

Sri Wahyu mengawali kariernya sebagai pengajar di TK Desa Timbang, Leksono, bermodalkan ijazah sekolah menengah atas. Ia kemudian menempuh pendidikan diploma di Universitas Muhammadiyah Magelang kampus Wonosobo hingga diangkat menjadi pegawai negeri sipil pada tahun 2006.

Tantangan Ekstra Era Digital

Tantangan terbesar pendidikan dasar hari ini bergeser pada gaya hidup digital. Sri Wahyu membenarkan tingginya keluhan wali murid mengenai anak-anak yang sulit lepas dari telepon pintar (smartphone).

Baca juga :  Komunitas Jurnalis Wonosobo Gelar Pelatihan Teknologi Pertanian untuk Generasi Muda

Berdasarkan pengamatannya, kepemilikan gawai pribadi mulai merata di kalangan siswa kelas atas. Sebaliknya, komunikasi terkait siswa kelas rendah masih sepenuhnya dikendalikan oleh wali murid.

“Kalau di sekolahan kita selalu menekankan pada anak agar bermain HP dibatasi. Saya dan dewan guru juga selalu mengingatkan. Tapi kan kita tidak tahu saat anak di rumah seperti apa,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/02/2026).

Oleh karena itu, pihak sekolah selalu mendorong sinergi pengawasan dengan para wali murid.

“Saya berusaha untuk menekankan ke orang tua juga, mohon dibatasi penggunaan HP anak di rumah,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, pihak sekolah menyambut baik rencana program pemeriksaan kesehatan mata gratis sekaligus sosialisasi bahaya gawai bagi siswa dasar di Kecamatan Leksono yang diinisiasi oleh PT Satu Menit Grup dan Optik Nano Jaya, Kamis (26/02/2026).

Baca juga :  Klarifikasi Koordinator FGSNI Kabupaten Wonosobo Terkait Aksi 16 Desember 2024

“Harapan saya, semoga nanti setelah ada sosialisasi dan pengecekan, anak-anak dan wali murid bisa tergugah hatinya untuk mulai membatasi durasi bermain HP,” kata Sri Wahyu.

Ia menegaskan dampak buruk menatap layar gawai terlalu lama sangat nyata dan tidak pandang bulu, bahkan bagi orang dewasa sekalipun.

“Bermain HP terlalu lama kan dampaknya langsung ke mata. Orang tua saja kadang kalau kelamaan menatap layar HP penglihatannya jadi kabur, sampai kesulitan baca WA kalau tidak pakai kacamata. Apalagi anak-anak,” tutupnya.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy