Wonosobo, satumenitnews.com – Ribuan masyarakat memadati kawasan Alun-Alun Wonosobo pada Kamis (29/1/2026) pagi untuk mendapatkan paket pangan gratis. Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Garung kembali menggelar aksi sosial bertajuk Sedekah Sayur Wonosobo dengan membagikan 1.500 paket hasil bumi. Langkah ini dinilai sebagai respons taktis petani dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Pemandangan di pusat kota tersebut memperlihatkan antusiasme tinggi warga yang rela mengantre demi mendapatkan komoditas segar. Paket bantuan yang disiapkan berisi aneka sayuran produktif seperti kubis, sawi, labu, cabai merah, cabai hijau, hingga tomat. Aksi ini menjadi simbol kuat gotong royong antara petani sebagai produsen dengan masyarakat konsumen, sekaligus wujud syukur atas hasil panen yang melimpah di kawasan pegunungan tersebut.
Respons Bupati Terhadap Inflasi Pangan Wonosobo
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang turun langsung memantau distribusi bantuan memberikan apresiasi terhadap inisiatif mandiri para petani. Ia menilai gerakan yang dimotori KTNA Garung ini memiliki dampak ganda yang strategis. Selain meringankan beban dapur masyarakat, aksi membeli kembali hasil petani untuk disedekahkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat produsen agar tidak anjlok.
Afif menekankan pentingnya kolaborasi semacam ini untuk menekan angka inflasi daerah yang kerap dipengaruhi oleh gejolak harga hortikultura. Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian berkomitmen untuk terus memfasilitasi kebutuhan pasar agar fluktuasi harga tidak membebani rakyat. Menurut Bupati, berbagi hasil bumi yang melimpah adalah cara terbaik membawa keberkahan bagi petani maupun seluruh warga Wonosobo.
Konsistensi KTNA Garung dan 51 Kelompok Tani
Ketua KTNA Kecamatan Garung, Ahmad Sahadi, menjelaskan bahwa sedekah sayur ini bukanlah agenda insidental semata. Program ini telah berjalan rutin selama empat tahun terakhir sebagai hasil rembugan para anggota. Sebanyak 51 kelompok tani dan perangkat desa se-Kecamatan Garung terlibat aktif dalam pengadaan 1.500 paket sayur tersebut.
Ahmad menambahkan bahwa pelaksanaan tahun ini sengaja ditarik lebih awal dari jadwal biasanya yang mendekati Ramadan. Percepatan ini dilakukan sebagai bentuk kepekaan sosial petani terhadap kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Ia berharap pendampingan teknis dari dinas terkait terus berlanjut agar produktivitas lahan tetap terjaga dari ancaman hama, sehingga petani bisa terus berbagi manfaat secara berkelanjutan.
Harapan Warga Jelang Ramadan
Aksi sosial di jantung kota ini mendapat sambutan positif dari berbagai lapisan masyarakat. Sujatmiko, warga Kauman, mengaku sangat terbantu dengan adanya suplai sayuran gratis ini. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti mengingat kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat menjelang momentum bulan puasa.
Senada dengan itu, Edi S. warga Sidomulyo mengungkapkan rasa syukurnya atas ketertiban pelaksanaan acara. Ia melihat kegiatan ini sebagai bukti nyata kepedulian antarsesama yang membahagiakan, terutama bagi kalangan kurang mampu. Sinergi positif antara pemerintah, petani, dan masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang solid dan kesejahteraan yang merata bagi warga Wonosobo.