Rindi Astika Yuliana, Akademisi Muda yang Peduli pada Persoalan Perempuan dan Masyarakat

Listen to this article

SLEMAN — Bagi sebagian orang, menyelesaikan satu jenjang pendidikan tinggi saja sudah menjadi perjalanan panjang. Namun, bagi Rindi Astika Yuliana, belajar tampaknya menjadi proses yang tidak mengenal kata selesai.

Perempuan muda asal Sleman ini menempuh perjalanan pendidikan yang cukup beragam. Ia mengawali langkahnya dari ilmu komunikasi, kemudian mendalami psikologi dan ilmu pemerintahan. Kini, ia kembali memperluas cakrawala akademiknya melalui pendidikan doktoral.

Di tengah perjalanan tersebut, Rindi aktif sebagai MC dan public speaker, terutama dalam berbagai forum yang membahas psikologi, pemerintahan, pendidikan, dan persoalan sosial.

Ia juga aktif sebagai aktivis muda di Sleman dan mengambil bagian dalam berbagai ruang publik.

Dari komunikasi, psikologi hingga pemerintahan

Perjalanan akademik Rindi Astika Yuliana memiliki lintasan yang cukup beragam.

Ia menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Komunikasi di STPMD “APMD” Yogyakarta, lalu melanjutkan pendidikan Magister Psikologi di Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Ketertarikannya terhadap pemerintahan kemudian membawanya kembali ke lingkungan APMD. Di sana, ia menempuh Magister Ilmu Pemerintahan.

Kini, Rindi mengambil langkah akademik yang tidak biasa. Ia menempuh S1 Ilmu Pemerintahan di Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta sekaligus menjalani S3 Ilmu Pemerintahan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Ia menjalani dua jenjang tersebut secara beriringan untuk memperluas pemahamannya terhadap ilmu pemerintahan.

Jika dilihat sekilas, keputusan tersebut mungkin tampak tidak lazim. Namun, Rindi melihat proses belajar sebagai perjalanan yang dapat ia tempuh dari berbagai arah.

Ilmu komunikasi membantunya memahami cara membangun dan menyampaikan pesan. Psikologi membantunya memahami manusia dan perilakunya. Sementara ilmu pemerintahan membantunya membaca hubungan antara negara, pemerintah, dan masyarakat.

Ketiga bidang tersebut kemudian bertemu dalam aktivitasnya di ruang publik.

Bukan hanya belajar, tetapi juga berbicara

Rindi tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik. Ia juga mengasah kemampuan berbicara di depan publik.

Ia aktif sebagai MC dan public speaker dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan psikologi, pemerintahan, pendidikan, dan persoalan sosial.

Kemampuan berbicara di depan publik menjadi salah satu kekuatan yang mendukung aktivitasnya.

Latar belakang komunikasi, psikologi, dan pemerintahan membuat Rindi memiliki perspektif yang beragam ketika menyampaikan sebuah gagasan. Ia memahami pentingnya mengemas pengetahuan dengan bahasa yang dapat dipahami masyarakat.

Karena itu, Rindi tidak berhenti pada proses mempelajari gagasan. Ia juga terus belajar menyampaikan gagasan tersebut kepada publik.

Perempuan dan ruang publik

Persoalan perempuan menjadi salah satu perhatian Rindi dalam perjalanan akademik dan aktivitas publiknya.

Ia terlibat dalam berbagai pembahasan mengenai perempuan, representasi, dan persoalan sosial. Salah satu kajian yang pernah ia kerjakan membahas representasi politik perempuan di tingkat lokal Indonesia, termasuk tantangan dan peluang yang dihadapi perempuan dalam ruang politik.

Perhatian tersebut kemudian ia bawa ke ruang publik melalui keterlibatannya bersama Koalisi Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sleman.

Bersama KPPI Sleman, Rindi ikut dalam berbagai ruang dialog yang membahas persoalan perempuan dan masyarakat. Salah satunya muncul ketika KPPI Sleman menyampaikan aspirasi terkait evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam forum tersebut, Rindi tampil sebagai salah satu juru bicara KPPI Sleman. Ia menyampaikan perhatian organisasi terhadap pelaksanaan program, terutama aspek keamanan dan manfaatnya bagi masyarakat.

Keterlibatan itu memperlihatkan bahwa Rindi tidak hanya membahas isu perempuan melalui kajian akademik. Ia juga membawa perhatian tersebut ke ruang publik dan ikut menyuarakan persoalan yang berkembang di masyarakat.

Aktivis muda Sleman

Di luar pendidikan formal, Rindi aktif mengambil bagian dalam berbagai aktivitas kepemudaan di Sleman.

Aktivisme memberinya kesempatan untuk bertemu dengan berbagai kelompok masyarakat, mendengarkan persoalan dari dekat, sekaligus membangun jejaring.

Pengalaman tersebut melengkapi perjalanan akademiknya. Di satu sisi, dunia akademik mengajarinya membaca dan menganalisis persoalan. Di sisi lain, aktivitas sebagai aktivis mendorongnya untuk mendengar, berkomunikasi, dan terlibat langsung bersama masyarakat.

Dua pengalaman tersebut kemudian saling melengkapi dalam perjalanan Rindi.

Belajar dari banyak perspektif

Perjalanan Rindi Astika Yuliana menunjukkan bahwa seseorang dapat membangun pengetahuan melalui berbagai disiplin ilmu.

Komunikasi mengajarinya bagaimana menyampaikan pesan. Psikologi memberinya perspektif untuk memahami manusia. Ilmu pemerintahan membantunya memahami hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Sementara pengalaman sebagai MC, public speaker, dan aktivis muda memberinya ruang untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan nyata.

Kini, Rindi menjalani S1 Ilmu Pemerintahan di UT dan S3 Ilmu Pemerintahan di UMY secara bersamaan. Ia memasuki babak baru dalam perjalanan akademiknya.

Bagi Rindi, perjalanan tersebut bukan semata-mata tentang mengejar gelar. Ia ingin mempertemukan berbagai pengetahuan yang telah ia pelajari dengan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Bagi generasi muda, perjalanan Rindi menunjukkan bahwa proses belajar dapat berlangsung melalui banyak jalan: kampus, organisasi, forum publik, penelitian, hingga pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Dan perjalanan itu masih terus berlangsung.

Dari Sleman, Rindi Astika Yuliana terus menapaki jalannya sebagai perempuan muda, akademisi, public speaker, dan aktivis. Ia berusaha menghubungkan pengetahuan dengan persoalan masyarakat, sekaligus terus membuka ruang untuk belajar dan berkembang.

Sebuah perjalanan yang belum selesai—dan justru karena itulah masih menarik untuk diikuti.

Related posts

Terdeteksi 28 Desa Masuk Zona Rawan Konflik Pilkades 2026 di Wonosobo

Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Rumah Warga di Wadaslintang

Polres Wonosobo Kawal Ujian Tertulis Seleksi Tambahan Pilkades 2026

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More