Wonosobo, satumenitnews.com – Hantaman pandemi yang telah berlangsung selama setahun penuh memberikan dampak ekonomi yang parah bagi masyarakat pekerja harian di pelosok Jawa Tengah. Menurunnya daya beli dan minimnya lapangan pekerjaan membuat banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, apalagi untuk memperbaiki tempat tinggal yang tak layak.
Realitas pahit ini dialami oleh Zaeni, seorang pria berusia 50 tahun asal Dusun Panto, Desa Bendungan, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo. Sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu, memperbaiki rumah yang mulai rusak hanya menjadi angan-angan di tengah himpitan krisis.
Kondisi memprihatinkan tersebut akhirnya memicu respons kolaboratif dari berbagai elemen masyarakat di eks-Karesidenan Kedu. Kepolisian Sektor (Polsek) Kaliwiro mengambil inisiatif dengan menerjunkan sembilan personel langsung ke lapangan pada Jumat (5/3/2021) untuk membongkar dan memperbaiki bagian dapur rumah milik Zaeni.
Sinergi Lintas Sektor Bantu Warga Terdampak
Kanit Reskrim Polsek Kaliwiro Aiptu Tolib, yang hadir mewakili Kapolsek di lokasi, menjelaskan bahwa langkah pembongkaran dan perbaikan fisik bangunan ini merupakan bentuk intervensi langsung terhadap warga yang paling rentan secara ekonomi.
“Pada hari ini Polsek Kaliwiro melakukan perbaikan dapur rumah milik Zaeni warga Dusun Panto Desa Bendungan. Selain itu, Coach DSBS Ibu Warti menyerahkan sepasang kambing untuk dipelihara,” papar Tolib kepada awak media.
[Placeholder: Link ke berita terkait sebelumnya]
Perbaikan dapur keluarga Zaeni rupanya bukan insiden amal yang berdiri sendiri. Gerakan ini merupakan rangkaian dari inisiatif bertajuk Polsek Kaliwiro Peduli yang kini telah memasuki tahap ketiga.
Program sosial tersebut mampu berjalan secara berkesinambungan berkat dukungan jaringan sipil lokal. Tolib menyebut komunitas Pengusaha dan Penggergajian Kayu Kaliwiro turut menyuplai material bangunan yang dibutuhkan.
“Kami sangat bersyukur karena program Polsek Kaliwiro Peduli ini telah mencapai tahap ketiga dengan jumlah relawan maupun sponsor yang semakin banyak. Semoga ke depannya dapat terus dilaksanakan utamanya untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 ini,” tegasnya.
Konsep Bantuan Bergulir Berbasis Pemberdayaan
Langkah pemulihan ekonomi bagi Zaeni tidak berhenti pada perbaikan infrastruktur rumah. Untuk memastikan keluarga tersebut memiliki jaring pengaman finansial di masa depan, komunitas Diet Simpel Body Slim (DSBS) menyerahkan aset produktif berupa sepasang kambing.
Penyerahan hewan ternak ini disaksikan langsung oleh jajaran perlindungan masyarakat (Linmas) Desa Bendungan, elemen Relawan Sakti Kaliwiro, dan masyarakat setempat yang turut bergotong royong.
Perwakilan DSBS, Ibu Warti, membeberkan bahwa sepasang kambing tersebut bukan sekadar hibah sekali pakai. Bantuan ini dirancang dengan skema pemberdayaan ekonomi bergulir yang menuntut tanggung jawab dari penerimanya.
Pihaknya menargetkan Zaeni mampu merawat dan membesarkan ternak tersebut hingga beranak pinak dalam waktu satu tahun ke depan.
“Semoga tahun depan sudah berkembang, bertambah anaknya, sehingga dapat diberikan kepada warga lain yang terdampak pandemi Covid-19. Semakin banyak warga yang terbantu akan semakin baik,” ucap Warti saat memantau langsung kondisi kandang kambing yang baru dibangun.