Wonosobo, satumenitnews.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo tengah menghadapi situasi darurat medis berupa kekosongan stok darah, khususnya untuk kantong darah golongan A dan B.
Kondisi ini memicu kekhawatiran bagi kelangsungan operasional fasilitas kesehatan di wilayah Wonosobo yang sangat bergantung pada kelancaran suplai kantong darah siap pakai untuk penanganan pasien.
Tingginya angka permintaan transfusi darah dari berbagai rumah sakit rujukan ternyata tidak diimbangi dengan tingkat partisipasi warga yang mendonorkan darahnya secara rutin ke markas PMI setempat.
Lonjakan Permintaan Tak Sebanding Partisipasi Warga
Ketua PMI Wonosobo Heru Kurniawan Nurdiansyah membenarkan adanya krisis persediaan kantong darah untuk beberapa golongan yang krusial. Pihaknya kini membutuhkan intervensi cepat dari berbagai pihak agar pelayanan medis darurat kepada masyarakat tidak terganggu.
“Terjadi kekosongan stok darah di PMI Wonosobo, khususnya golongan darah A dan B. Hal ini disebabkan jumlah pendonor tidak seimbang dengan permintaan darah yang terus meningkat,” tegas Heru.
Sebagai langkah taktis mengamankan ketersediaan darah di wilayah eks-Keresidenan Kedu sekaligus menjaga stabilitas pelayanan kesehatan di area Jawa Tengah, PMI secara resmi meminta bantuan darurat kepada jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Fokus permintaan bantuan ini ditujukan kepada para prajurit yang bermarkas di Kodim 0707/Wonosobo untuk segera menjadi pendonor pengganti.
Instruksi Donor Darurat Dandim 0707 Wonosobo
Merespons krisis yang dilaporkan oleh otoritas palang merah, Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno S.Sos mengambil langkah cepat guna memutus rantai kelangkaan.
Ia menginstruksikan seluruh jajarannya yang memenuhi kriteria kelayakan medis untuk segera mengikuti proses skrining dan mendonorkan darah mereka hari ini.
“Kami memerintahkan anggota yang memenuhi syarat kesehatan untuk mendonorkan darahnya. Semoga kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang sedang membutuhkan transfusi darah,” ujar Letkol Inf Yoyok Suyitno.
Bagi jajaran TNI di wilayah Wonosobo, aksi donor darah masal ini bukan sekadar pemenuhan permintaan instansi kesehatan, melainkan wujud nyata pengabdian serta kepedulian sosial prajurit terhadap keselamatan masyarakat sipil.
Letkol Inf Yoyok Suyitno menekankan bahwa setiap kantong darah yang disumbangkan oleh anggotanya memiliki nilai vital bagi kelangsungan hidup pasien yang kritis di meja operasi maupun di ruang perawatan intensif.
“Setetes darah bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Semoga apa yang dilakukan anggota Kodim dapat memberikan manfaat dan membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah di Kabupaten Wonosobo,” pungkasnya.
Melalui dukungan aparat militer dan berbagai elemen lainnya, kelancaran suplai darah diharapkan dapat kembali normal sehingga seluruh pasien di rumah sakit dan fasilitas kesehatan terdekat mendapatkan penanganan transfusi secara optimal.
Pendapatan Bulan Dana PMI Wonosobo Tembus Rp1,9 Miliar, Relawan Desa Jadi Penggerak Utama
“Setetes Darah, Sejuta Harapan” Persit KCK Wonosobo Rayakan HUT ke-80 dengan Donor Darah
Setetes Darah untuk Negeri, Polres Wonosobo Gelar Donor Darah HUT Bhayangkara ke-79
Puluhan Personel Polres Wonosobo Donor Darah di HUT ke-79 Persit, Perkuat Sinergi TNI-Polri
Kodim 0707/Wonosobo Gelar Bakti Sosial, Fokus pada Donor Darah, Pengobatan Gratis, dan Pelayanan KB
Peringati HUT Humas Ke-73, Polres Wonosobo Gelar Donor Darah