Wonosobo, satumenitnews.com – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Wonosobo merealisasikan penyaluran 1.260 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan pembagian bantuan sosial ini dipusatkan di halaman Kantor BAZNAS Wonosobo pada Rabu (11/3) lalu.
Ketua BAZNAS Wonosobo, H. Priyo Purwanto, menyampaikan bahwa ribuan paket sembako ini didistribusikan kepada 21 kelompok penerima manfaat. Kelompok-kelompok ini sebelumnya telah melewati proses verifikasi setelah mengajukan permohonan resmi.
“Jumlah paket sembako yang kami tasarufkan hari ini sebanyak 1.260 paket untuk 21 kelompok. Permohonan ini berasal dari berbagai pihak, baik dari masjid, lembaga, maupun kelompok masyarakat,” jelas Priyo di lokasi penyaluran.
Priyo menambahkan bahwa animo masyarakat yang membutuhkan bantuan sebenarnya lebih tinggi dari kuota yang disalurkan. Tercatat ada sekitar 1.700 permohonan paket sembako yang masuk ke meja BAZNAS Wonosobo.
“Data permohonan yang masuk sekitar 1.700 paket, sementara saat ini kami baru mampu menyalurkan sekitar 1.250 hingga 1.260 paket,” ungkapnya merujuk pada keterbatasan anggaran yang dialokasikan.
Menanti Tambahan Kuota BAZNAS RI
Penyaluran sembako ini tidak hanya bersumber dari dana internal BAZNAS tingkat kabupaten. Priyo menyebutkan adanya dukungan dari pihak ketiga seperti Bank Syariah Indonesia serta lembaga pusat.
Khusus dari BAZNAS Republik Indonesia, Kabupaten Wonosobo dialokasikan mendapat tambahan bantuan yang saat ini masih dalam tahapan pengiriman menuju lokasi.
“Dari BAZNAS RI kami mendapatkan sekitar 150 paket yang masih dalam perjalanan. Jika sudah sampai di Wonosobo, bantuan tersebut akan kami salurkan kembali kepada masyarakat yang belum terjangkau,” terang Priyo.
Sinergi Pengentasan Kemiskinan
Pemerintah Kabupaten Wonosobo turut hadir mengawal penyaluran bantuan ini. Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Satriyatmo, memberikan apresiasi langsung atas inisiatif program pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat tersebut.
Satriyatmo menilai tata kelola zakat yang optimal akan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan warga. Penyaluran sembako ini dianggap sebagai langkah konkret untuk menekan angka kemiskinan di daerah.
Pemerintah daerah berharap sinergi lintas sektoral ini terus diperkuat di masa mendatang. Tujuannya agar distribusi zakat, infak, dan sedekah tidak meleset dari target sasaran dan mampu memperluas cakupan kemanfaatan.
Secara spesifik, intervensi bantuan kebutuhan pokok ini difokuskan untuk menjaga daya beli serta meringankan beban masyarakat rentan, khususnya saat menghadapi tren lonjakan pengeluaran rumah tangga menjelang datangnya hari raya.