Pengurus KORMI Wonosobo Pangkas Birokrasi Lewat Sistem Digital

Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Pengurus olahraga rekreasi masyarakat mulai meninggalkan pencatatan manual dan beralih ke sistem digital KORMI Wonosobo pada Rabu (4/11/2026). Langkah perombakan tata kelola ini diambil untuk memangkas alur administrasi yang berbelit dan lambat di tingkat lokal.

Peralihan teknologi tersebut menyasar seluruh jaringan Induk Organisasi Olahraga (INORGA) yang tersebar di wilayah Kabupaten Wonosobo. Praktisi wirausaha sekaligus pemateri peningkatan kapasitas, Bima Andaru Fardan, menyatakan bahwa pembenahan manajemen tidak menuntut pembuatan aplikasi berbiaya mahal.

“Digitalisasi adalah bagaimana pekerjaan manual diubah menjadi lebih cepat, terstruktur, dan praktis. Prinsip efisiensi dunia usaha sangat relevan diterapkan di organisasi kemasyarakatan,” kata Bima saat memaparkan materi di hadapan para pengurus di Wonosobo.

Selama ini, pengelolaan dokumen manual kerap memicu risiko kehilangan arsip penting dan menghambat rekapitulasi data anggota di kawasan Kedu. Penyimpanan berbasis komputasi awan (cloud) dipilih sebagai solusi agar dokumen tersimpan aman serta mudah diakses kapan saja.

Selain mengamankan arsip, pembaruan sistem kerja ini dirancang untuk membuka keran transparansi dan akuntabilitas lembaga. Laporan capaian program kerja maupun rincian keuangan organisasi kini dapat dipantau secara terbuka oleh seluruh anggota.

Kecepatan pengolahan data waktu nyata (real-time) juga membantu pengurus mengambil keputusan tepat sasaran tanpa mengandalkan asumsi semata. Koordinasi antarpengurus lintas kecamatan di Jawa Tengah pun tetap berjalan mulus melalui platform daring meski terhalang jarak fisik.

Penerapan Sistem Digital KORMI Wonosobo Tarik Minat Kader Muda

Penerapan sistem digital KORMI Wonosobo juga ditargetkan mampu menjaring minat generasi muda agar mau terlibat aktif dalam kepengurusan olahraga masyarakat. Cara kerja yang modern dinilai lebih relevan dengan karakter anak muda dibandingkan pola birokrasi konvensional.

Dalam praktiknya, pembaruan tata kelola ini menggabungkan peran pengurus senior dan kader muda di dalam tubuh organisasi. Pengurus senior bertugas merumuskan arah kebijakan strategis berdasarkan pengalaman lapangan, sedangkan eksekusi teknis teknologi dijalankan oleh pengurus muda.

Tahap awal perombakan administrasi ini meliputi penerapan daftar hadir elektronik untuk agenda berskala besar dan penjadwalan ruang rapat secara daring. Pengurus juga menyiapkan layanan pendaftaran anggota online serta pusat informasi terpadu bagi masyarakat Wonosobo.

Metode serupa sebelumnya telah diuji coba oleh Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) untuk mempercepat alur birokrasi internal mereka. Bima, yang juga menjabat sebagai Anggota Bidang Perdagangan Luar Negeri DPN HKTI, menilai ketahanan organisasi saat menghadapi krisis sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur teknologinya.

Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) didorong segera mengeksekusi pembaruan layanan ini secara bertahap di seluruh cabang olahraga rekreasi. “Digitalisasi bukan hanya tentang alat, tetapi tentang adaptasi demi manfaat yang lebih luas. Dengan kebersamaan, KORMI berpotensi besar menjadi organisasi yang tidak hanya sehat dan bugar, tetapi juga modern dan profesional,” ujar Bima.

Related posts

Pengurus Olahraga Masyarakat RombaK Sistem Administrasi di Wonosobo

Peltu Nur Anshori Jadi Narasumber Pembinaan Relawan Penanggulangan Bencana di Kecamatan Sukoharjo

Dandim 0707/Wonosobo Instruksikan Jajaran Perkuat Edukasi dan Jaga Stabilitas Jelang Pilkades Serentak 25 November

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More