Wonosobo, satumenitnews.com – Muryadi (56), warga Dusun Tedunan, Desa Pucungkerep, Kabupaten Wonosobo, ditemukan tidak bernyawa di dasar jurang sedalam 30 meter. Insiden nahas pencari rumput tewas di Kaliwiro ini seketika mengakhiri pencarian panjang warga dan keluarga sejak korban dinyatakan hilang tanpa jejak.
Korban awalnya berpamitan untuk mencari pakan ternak pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Rutinitas menyusuri bukit ini biasa ia lakukan, namun hingga sore dan berganti malam, ia tak kunjung pulang ke rumahnya. Kondisi janggal ini seketika memicu kepanikan warga RT 21 RW 04 yang langsung berinisiatif menyisir jalur setapak perbukitan desa bermodal alat penerangan seadanya.
Gelapnya malam dan lebatnya vegetasi Hutan Mbarut sempat menghambat pelacakan awal oleh kelompok warga setempat. Kontur tanah miring di kawasan pegunungan Kedu, Jawa Tengah ini memang rawan memicu kecelakaan saat pandangan terbatas. Menyadari risiko tinggi dan luasnya area pencarian, warga akhirnya meneruskan laporan kehilangan ini ke pusat panggilan darurat kerelawanan pada malam yang sama.
Medan Terjal Hambat Evakuasi Pencari Rumput Tewas di Kaliwiro
Titik terang keberadaan korban baru muncul pada keesokan harinya, Senin (24/8/2026). Tim pencari yang memperluas area sapuan hingga ke Petak 20c kawasan Hutan Perhutani akhirnya mendapati tubuh korban. Ia ditemukan sudah tergeletak kaku di dasar tebing batu yang nyaris vertikal. Elevasi jurang yang ditaksir mencapai kedalaman 30 meter memastikan korban mengalami benturan sangat fatal akibat terjatuh.
Proses pengangkatan jenazah dari titik penemuan tidak bisa dilakukan secara instan dan sangat menguras tenaga. Struktur tanah tebing yang licin memaksa tim gabungan merakit sistem tali temali teknis di lapangan. Kantong jenazah kemudian ditarik perlahan secara vertikal dari dasar jurang, melintasi rintangan alam, menuju area dataran yang lebih aman untuk dibawa turun.
Setibanya di titik aman, tenaga medis dari Puskesmas setempat bersama pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Hasil identifikasi medis tersebut memastikan sama sekali tidak ada tanda kekerasan atau campur tangan pihak luar. Luka parah yang merenggut nyawa korban murni diakibatkan oleh benturan keras beruntun saat tubuhnya terperosok hingga menghantam dasar tebing.
Mengingat status kejadian yang jelas sebagai musibah kecelakaan tunggal, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga yang hancur hatinya menunggu di bawah. Prosesi pemakaman jenazah Muryadi langsung dilakukan pada hari yang sama di tempat pemakaman umum Desa Pucungkerep sesuai dengan tata cara masyarakat setempat.
Seluruh rangkaian operasi kemanusiaan lintas instansi ini melibatkan puluhan personel dari relawan lokal hingga unsur keamanan Kabupaten Wonosobo. Perwakilan tim operasi gabungan, Habib, yang memimpin teknis pengangkatan di lapangan membenarkan bahwa penempatan personel difokuskan pada pengamanan jalur evakuasi di bibir jurang yang sangat sempit.
“Tantangan utamanya memang kondisi tebing yang langsung jatuh vertikal setinggi 30 meter. Tetapi semua personel bergerak taktis mengamankan titik kerek, memastikan ini musibah murni, dan operasi pencarian langsung kami nyatakan ditutup hari ini,” tegas Habib.