satumenitnews.com – Bulan Februari 2026 menjadi momen krusial bagi seluruh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atau Takmir. Dengan hitungan hari menuju bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, manajemen masjid dituntut untuk berbenah lebih awal demi kenyamanan ribuan jamaah.
Tidak hanya sekadar membersihkan lantai, tantangan masjid di tahun 2026 meliputi digitalisasi hingga manajemen krisis. Berikut adalah panduan lengkap dan tutorial praktis bagi Takmir Masjid agar operasional bulan puasa berjalan lancar dan profesional.
1. Audit Kelayakan Sound System (Audio)
Masalah paling fatal namun sering terjadi di hari pertama Tarawih adalah gangguan tata suara. Suara yang mendengung (feedback) atau terlalu kecil akan mengurangi kekhusyukan jamaah.
Langkah Teknis: Lakukan tes mikrofon (mic) imam, khatib, dan bilal. Cek kabel jack yang sering longgar.
Tips: Pastikan settingan equalizer untuk speaker dalam (indoor) berbeda dengan corong luar (outdoor). Suara dalam harus empuk dan tidak memekakkan telinga.
2. Sterilisasi Area Wudu dan Toilet
Volume jamaah akan meningkat 3 hingga 5 kali lipat saat salat Tarawih dan Jumat. Kebersihan sanitasi adalah cerminan manajemen masjid yang baik.
Langkah Teknis: Cek debit air kran wudu. Pastikan tidak ada kran yang bocor atau mampet. Sikat lumut di area lantai kamar mandi untuk menghindari risiko jamaah terpleset.
Tips: Sediakan sabun cuci tangan cair di setiap wastafel. Ini adalah standar kebersihan pasca-pandemi yang masih relevan di 2026.
3. Digitalisasi Kotak Amal (QRIS)
Masyarakat di tahun 2026 semakin jarang membawa uang tunai. Takmir harus memfasilitasi sedekah digital agar potensi infak tidak hilang.
Langkah Teknis: Pastikan barcode QRIS masjid tercetak jelas, dilaminating, dan ditempel di titik strategis (pintu masuk, tiang masjid, dan kotak keliling).
Tips: Lakukan uji coba scan sebelum Ramadan tiba untuk memastikan dana masuk ke rekening operasional masjid dengan lancar.
4. Kurasi Jadwal Imam dan Penceramah
Kekosongan imam atau penceramah yang datang terlambat sering membuat jamaah gelisah. Manajemen jadwal adalah kunci.
Langkah Teknis: Hubungi para ustaz H-14 Ramadan. Buat surat kesediaan resmi.
Tips: Buat jadwal dalam format visual (gambar/PDF) yang menarik untuk disebar di Grup WhatsApp warga atau ditempel di papan pengumuman. Sertakan nomor kontak cadangan (badal) jika imam utama berhalangan hadir mendadak.
5. Validasi Data Mustahiq (Penerima Zakat)
Agar distribusi Zakat Fitrah dan Zakat Maal tepat sasaran di akhir Ramadan nanti, pendataan harus dimulai sejak awal Februari.
Langkah Teknis: Jangan hanya mengandalkan data tahun lalu. Lakukan koordinasi dengan Ketua RT setempat untuk memperbarui data warga yang pindah, meninggal, atau yang kondisi ekonominya berubah.
Tips: Gunakan Google Sheets atau Excel untuk database agar mudah disortir dan transparan saat pelaporan.
Persiapan yang matang di awal Februari 2026 akan menentukan kualitas ibadah selama satu bulan penuh. Takmir masjid bukan hanya sekadar penjaga bangunan, melainkan manajer yang melayani tamu Allah.
Selamat bertugas para pejuang masjid!

