Wonosobo, satumenitnews.com – Jurang pemisah antargenerasi sering kali menjadi biang keruntuhan komunikasi antara orang tua dan anak muda. Situasi ini kerap berujung pada hilangnya kontrol sosial yang membuka celah masuknya ancaman peredaran gelap zat adiktif ke lingkaran pergaulan remaja.
Merespons ancaman serius tersebut, sebuah inisiatif akar rumput lahir dari ketajaman analisis sosial warga Desa Gunung Tawang, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo.
Tokoh masyarakat setempat, Yunus, mengambil langkah berani dengan membuang jauh-jauh metode penyuluhan kaku yang selama ini mendominasi program pencegahan narkoba di wilayah eks-Keresidenan Kedu dan Jawa Tengah pada umumnya.
Alih-alih berdiri di mimbar balai desa untuk membacakan ancaman pidana, Yunus justru menginisiasi sebuah ruang perjumpaan yang jauh dari kesan birokratis pada Sabtu (20/6/2026) malam.
Ia menggelar tikar, menyeduh kopi, dan membaur bersama ratusan pemuda desa dalam balutan alunan musik akustik serta gelak tawa.
Taktik Rembukan Sepuhan Redam Resistensi
Kehadiran Yunus di tengah kerumunan anak muda bukan sebuah kebetulan. Langkah strategis ini merupakan manifestasi dari tradisi rembukan sepuhan, sebuah forum silaturahmi kultural yang ia rancang khusus untuk menjembatani pikiran kelompok tua dengan energi progresif kelompok muda.
Yunus membaca betul kondisi psikologis generasi milenial dan Gen Z. Mengurung mereka dalam ruangan tertutup lalu mendikte tatanan moral justru akan memicu resistensi luar biasa. Remaja masa kini cenderung membangun tembok pertahanan jika mereka merasa dihakimi oleh generasi pendahulu.
“Inisiatif turun gunung ini kami lakukan dengan satu tujuan fundamental, yaitu memangkas ruang gerak kenakalan remaja. Mereka butuh pendampingan emosional yang konsisten, bukan sekadar dijejali aturan pelarangan,” tegas Yunus di sela-sela obrolan santai malam itu, Sabtu (20/06/2026).
Strategi kultural ini menempatkan pemuda sebagai subjek diskusi yang setara. Yunus mengajak para remaja bertukar gagasan secara terbuka, membiarkan pemahaman tentang bahaya narkotika tumbuh secara organik dari nalar kritis mereka sendiri.
Ruang Aman Tanpa Penghakiman
Keputusan Yunus untuk merangkul pemuda melalui pendekatan pop-kultur terbukti sangat efektif dalam menciptakan ruang aman bagi ekosistem remaja Gunung Tawang.
Ia dengan cerdik menyisipkan pesan penolakan terhadap tawaran lingkungan toksik di sela-sela pertunjukan stand-up comedy dan penampilan musisi lokal.
Alfian, salah satu remaja yang memadati acara tersebut, membenarkan pergeseran paradigma ini. Ruang aman yang diciptakan Yunus membuat pemuda sebayanya berani bersuara tanpa takut mendapat sentimen negatif.
“Acara seperti ini yang kami tunggu. Kami diajak ngobrol santai, bertukar pikiran secara langsung, bukan cuma diceramahi panjang lebar yang bikin bosan. Pesannya justru lebih masuk ke nalar,” ungkap Alfian menanggapi inisiatif tokoh masyarakat desanya.
Pikat Perhatian Aparat Kepolisian
Pondasi komunitas yang telah dibangun kokoh oleh Yunus perlahan mengubah wajah ketahanan lingkungan pedesaan. Ruang diskusi inklusif ini pada akhirnya menarik perhatian institusi penegak hukum untuk turun tangan dengan cara yang sama humanisnya.
Melihat solidnya ekosistem bentukan Yunus, Satuan Reserse Narkoba Polres Wonosobo tak ragu untuk hadir memenuhi undangan warga.
Brigpol Tiara Rahayu yang hadir mewakili institusi kepolisian malam itu memilih menanggalkan seragam dinas harian yang kaku. Mengenakan rompi kasual satuan reserse, ia duduk melingkar bersama Yunus dan para pemuda, bertindak murni sebagai fasilitator pengetahuan hukum.
Sinergi kuat yang bermula dari kepedulian seorang tokoh masyarakat ini kini menjelma menjadi benteng pertahanan sosial paling rasional bagi masa depan generasi muda Wonosobo.
[Penulis / Editor: Malindra Anji]
Kolaborasi Polri dan Pelajar Berbuah Prestasi, Polres Wonosobo Raih Best Supporter
Donor Darah Hari Bhayangkara ke-80, Polres Wonosobo Tebar Manfaat bagi Sesama
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Wonosobo Dekatkan Diri dengan Masyarakat Lewat Bakti Sosial
Polres Wonosobo Kawal Ketat Konser Cornetto di Festival Kalibeber 2026 Tanpa Gangguan