Pemkab Wonosobo Gelar Operasi Pasar Murah di 182 Titik demi Cegah Panic Buying Awal Ramadan

Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo mempercepat pelaksanaan rapat koordinasi lintas sektoral untuk mengantisipasi gejolak harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan.

Rapat yang biasanya digelar menjelang Idulfitri ini sengaja dimajukan untuk merespons kondisi riil mobilitas warga di lapangan.

“Rapat koordinasi lintas sektoral hari ini biasanya kan kita rakornya di akhir. Kemudian kita coba di awal Ramadan karena pantauan kami di awal Ramadan ini lalu lintasnya sudah padat,” ujar Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat usai rapat di Pendopo Kabupaten, Senin (23/2/2026).

Afif menambahkan, keramaian tersebut terpantau merata mulai dari pusat perbelanjaan, Pasar Induk, hingga pasar tradisional di tingkat kecamatan. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran dari pemerintah daerah.

“Kalau semua sudah ramai kami khawatir tentu terkait kebutuhan pokok penting ya, dimungkinkan harganya melonjak terlalu tinggi dan tidak terkontrol,” tuturnya.

Selain masalah harga, ia juga menyoroti perilaku masyarakat yang belakangan ini mudah terprovokasi oleh spekulasi dan isu kelangkaan barang.

“Banyak muncul spekulasi karena sekarang kan masyarakat mudah terprovokasi isu. Isu beras habis, borong beras. Isu minyak bakal habis, borong minyak. Besok gas tutup, diborong. Akhirnya nanti menimbulkan kecemasan,” kata Afif menjelaskan potensi panic buying.

Untuk meredam kepanikan massal tersebut, Pemkab Wonosobo menjamin ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman menjelang ibadah puasa.

“Kami tidak ingin terjadi itu. Memastikan bahwa kebutuhan bahan pokok Wonosobo aman, stoknya cukup, harga juga terkendali. Tidak ada kenaikan,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret intervensi pasar, pemerintah daerah telah menyiapkan strategi operasi pasar murah yang disubsidi langsung.

“Kami sudah siapkan salah satunya strategi adalah dengan operasi pasar. Kita laksanakan pasar murah nanti jual beras murah, minyak murah, telur murah. Kita subsidi itu,” papar Afif.

Langkah stabilisasi ekonomi ini akan disebar secara merata di 182 titik di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo, dengan jadwal pelaksanaan mulai tanggal 5 hingga 14 Maret 2026.

“Di 182 titik. Untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, fakir miskin,” pungkasnya.

Related posts

Kodim 0707/Wonosobo Gelar Tradisi Penerimaan dan Pelepasan Anggota, Dandim Tekankan Adaptasi Cepat dan Pengabdian Total

Nobar Piala Dunia, Kodim 0707/Wonosobo Pererat Kebersamaan TNI dan Masyarakat Melalui Sepak Bola

Nobar Piala Dunia Jadi Obat Penat, Kodim 0707/Wonosobo Jadikan Momen Pererat Silaturahmi dengan Warga

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More