Wonosobo, satumenitnews.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) mengintensifkan pengawasan di pasar tradisional selama bulan suci Ramadan. Tim gabungan menggelar inspeksi di Pasar Induk Wonosobo pada Selasa (3/3/2026) untuk memastikan keamanan dan mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).
Tim gabungan ini melibatkan lintas sektoral yang terdiri dari Dispaperkan, Dinas Kesehatan, DPMPTSP, Disdagkop UKM, Polres, dan Satpol PP. Selain memantau ketersediaan stok, petugas langsung menguji sampel sayuran segar menggunakan metode rapid test (uji cepat).
Temuan Residu Pestisida pada Sayuran
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Etika Hayati, memimpin langsung proses pengambilan sampel di lapangan. Hasil pemeriksaan fisik atau organoleptik menunjukkan indikasi kuat adanya sisa bahan kimia atau residu pestisida pada komoditas cabai dan tomat.
“Ciri sayuran yang terpapar pestisida itu terlihat cukup jelas. Biasanya ada bercak putih atau kebiruan yang menempel pada permukaan kulit produk sayuran tersebut,” ungkap Etika saat ditemui di sela-sela inspeksi.
Etika menegaskan bahwa temuan ini harus menjadi perhatian serius, terutama bagi para petani di tingkat hulu. Langkah pencegahan dinilai sangat penting untuk meminimalkan sisa racun kimia pada hasil panen yang akan dikonsumsi masyarakat.
“Kami sangat mengimbau para petani agar menghentikan aplikasi penyemprotan pestisida, idealnya tiga hingga lima hari sebelum masa panen dilakukan,” tegasnya.
Untuk menjamin keamanan konsumsi di tingkat rumah tangga, Etika juga membagikan tips bagi masyarakat saat mencuci sayuran.
“Masyarakat harus lebih cermat. Cucilah sayuran menggunakan air yang mengalir, jangan sekadar direndam. Air mengalir lebih efektif untuk meluruhkan paparan bahan kimia sebelum sayuran dimasak,” tambah Etika.
Cabai Rawit Merah Tembus Rp90 Ribu
Selain menguji keamanan pangan, tim JKPD turut menyoroti stabilitas harga bahan pokok. Ketersediaan komoditas seperti beras dan telur dilaporkan cukup aman dengan harga yang relatif terjangkau.
Namun, lonjakan harga yang tajam justru terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Pantauan eceran di Pasar Induk pada pagi hari menunjukkan harga cabai rawit merah bergerak di kisaran Rp75.000 hingga menembus angka tertinggi Rp90.000 per kilogram.
Sebagai langkah antisipasi stabilisasi harga sebelum memasuki bulan puasa, Pemkab Wonosobo sebelumnya telah menghadirkan program pasar murah yang menjual cabai langsung dengan harga petani.
Pengawasan terpadu JKPD ini dijadwalkan akan terus berlangsung selama delapan hari ke depan. Tim gabungan akan memperluas jangkauan inspeksi dengan menyasar sejumlah pasar tradisional lainnya, seperti Pasar Kertek, Kaliwiro, Selomerto, Kalibeber, Jawar, dan Garung.