Wonosobo, satumenitnews.com – Para pedagang pasar tradisional di Wonosobo sepertinya enggan terus-terusan mengeluh soal sepinya lapak. Lewat ajang Musyawarah Daerah (Musda) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) yang digelar di Jannur Resto, Sabtu (16/5/2026), perwakilan dari 15 kecamatan duduk bareng menyatukan visi.
Agendanya jelas dan tajam: merapatkan barisan lewat kepengurusan baru dan meracik strategi konkret agar pasar rakyat kembali berdaya saing.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Pembina DPP APPSI Pusat, Drs. Ngadiran, ST, yang hadir langsung untuk mengawal jalannya konsolidasi.
Formasi Baru, Semangat Baru
Bukan sekadar kumpul-kumpul, Musda ini berhasil menyepakati susunan nakhoda baru DPD APPSI Wonosobo periode 2026-2031. Secara aklamasi, seluruh perwakilan sepakat mempercayakan kembali kursi Ketua kepada H. A. Fikri Wijaya, SE.
Formasi kepengurusan kali ini disusun lebih gemuk dan strategis untuk merangkul semua lini.
Berikut adalah susunan tim inti yang akan mengawal nasib pedagang Wonosobo lima tahun ke depan:
Pelindung & Pembina: Bupati, Ketua DPRD, Kepala Dinas Perindagkop UKM, serta Kepala Kesbangpol Wonosobo.
Ketua: H. A. Fikri Wijaya, SE
Sekretaris: Ir. Much. Yazid
Bendahara: Eko Prasetyo
Jajaran Wakil Ketua: Mukamtoro Prasetyo, Muhammad, Drs. H.M. Ridwan (Kertek), dan H. Suharyono (Sapuran).
Struktur ini juga diperkuat oleh tujuh bidang taktis, mulai dari Bidang Organisasi (OKK), Koperasi, hingga Hukum & Advokasi.
“Pesan saya, segera rapikan dokumen Berita Acara Musda ini. Legalitas kepengurusan adalah senjata utama kita saat nanti harus duduk berhadapan dengan Bupati atau DPRD untuk menagih kebijakan yang pro-pedagang pasar,” tegas Drs. Ngadiran, ST di hadapan para peserta.
Tiga Jurus Jitu Kuatkan Ekonomi Pedagang
Beranjak dari urusan struktur, forum Musda langsung membedah solusi atas keluhan anjloknya omzet pedagang, seperti yang dikeluhkan perwakilan Pasar Selomerto, Binangun Kertek, dan Pasar Induk Dua.
Alih-alih cuma menunggu bantuan pemerintah, APPSI Wonosobo merumuskan tiga jurus perlawanan ekonomi yang cukup menjanjikan:
1. Kulakan Bareng Lewat Koperasi Utama
Daripada berjuang sendiri-sendiri, para pedagang sepakat untuk menghidupkan kembali Koperasi Pasar dan membentuk Koperasi Utama. Konsepnya sederhana: koperasi ini akan menjadi pintu masuk pengadaan barang berskala besar. Dengan sistem kulakan kolektif, jalur distribusi bisa dipangkas sehingga pedagang bisa mendapatkan harga modal yang jauh lebih murah.
2. Ikut Ambil Bagian di Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Pedagang Wonosobo cukup jeli melihat peluang. Mereka menargetkan agar pasar tradisional tidak hanya jadi penonton dalam program-program strategis pemerintah. APPSI akan melobi pemerintah daerah agar pasar rakyat bisa menjadi supplier resmi bahan pangan seperti telur, sayur, dan beras untuk menyuplai program Makan Bergizi Gratis di Wonosobo.
3. Rapikan Zonasi dan Tertibkan PKL
Agar ekosistem belanja kembali nyaman, Bidang Hukum dan Advokasi APPSI bersiap mengawal pembentukan Perda Zonasi. Berbekal Perpres No. 112 Tahun 2007, mereka mendesak pemerintah untuk menata ulang Pedagang Kaki Lima (PKL) agar bisa masuk ke dalam los pasar yang resmi.
Langkah ini diambil agar persaingan antar pedagang lebih sehat dan tidak merugikan mereka yang sudah patuh membayar retribusi resmi.
Ke depannya, para pengurus baru ini juga tak mau ketinggalan zaman. Mereka sudah merencanakan agenda studi banding tata kelola pasar ke Kabupaten Ponorogo, plus mulai mengawasi ketat peredaran barang ilegal di pasar online yang selama ini diam-diam “mencekik” pasar fisik.
Antisipasi Kebijakan Meleset, Pemkab Wonosobo Genjot Akurasi Data Desa Lewat Program Desa Cantik
Kebijakan Baru: Zulhas Pastikan Efisiensi Industri Pupuk, HET Turun dan Pabrik Baru Siap Dibangun
Bupati di Tengah Kuliner Legend: Panggung Rasa atau Panggung Kebijakan?
Kepala Disdagkop UKM Wonosobo Katakan Pedagang Tak Komplain, Tapi Tagih Konsistensi Kebijakan
BPIP dan DPRD Wonosobo Akan Wujudkan Pancasila dalam Kebijakan Daerah
Retribusi Sampah Wonosobo: Kontroversi, Kebijakan, dan Solusi DLH
Akademisi UNSIQ: Ketidakpastian Data Perusahaan dan Buruh Hambat Kebijakan UMK Wonosobo
Warga Wonosobo Kini Bisa Laporkan Pelanggaran Dapur Makan Bergizi Gratis Lewat Layanan SAGI 127
Sekda Wonosobo Kawal Aturan Warung Makan dan Revisi Perda Miras Selama Ramadan
Kursi Panas Birokrasi dan Momok Mutasi: Nasib ASN 12 Zodiak di Bulan Kuda Api