Wonosobo, satumenitnews.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Wonosobo bersama Komunitas Jurnalis Wonosobo (KJW) menggelar pelatihan peningkatan kapasitas SDM bagi organisasi masyarakat (ormas) di Resto Dewani View, Rabu (22/4/2026).
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kelembagaan agar ormas di Wonosobo semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Fokus utama kegiatan ini adalah pembekalan kemampuan memilah serta memanfaatkan informasi secara bijak di era digital.
Dua jurnalis senior hadir sebagai pemateri utama. Ari Sunandar dari Disway memaparkan teknik jurnalisme warga (*citizen journalism*) dan penulisan siaran pers, sementara Ronaldo Bramantyo dari TV One memberikan teknik pembuatan konten video edukatif.
Teknik Penulisan dan Konten Visual untuk Publikasi Mandiri
Kemampuan menulis siaran pers dinilai krusial agar ormas mampu menyampaikan informasi kegiatannya secara mandiri, akurat, dan layak publikasi. Hal ini mendukung keterbukaan informasi di tingkat organisasi akar rumput.
Di sisi lain, materi konten video menjadi relevan mengingat tingginya tren konsumsi informasi berbasis visual di media sosial. Ormas diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen konten yang informatif bagi masyarakat.
Kepala Kesbangpol Wonosobo, Agus Kristiono, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers merupakan kunci membangun komunikasi publik yang transparan.
“Media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat,” kata Agus.
Agus menambahkan, pers berfungsi sebagai sarana edukasi publik, kontrol sosial, serta penjaga stabilitas daerah melalui informasi yang berimbang. Namun, ia mengingatkan agar sinergi ini tetap menjunjung tinggi profesionalisme.
“Sinergi ini bukan berarti menghilangkan sikap kritis. Justru dengan jurnalisme yang profesional, transparansi dan akuntabilitas pemerintah dapat terus terjaga,” lanjutnya.
Mugi Sugeng memberikan paparan soal derasnya informasi di dunia maya. (Foto dokumen KJW)
Menjaga Stabilitas Melalui Literasi Digital
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Mugi Sugeng, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyoroti risiko pesatnya arus informasi jika tidak dibarengi dengan pemahaman yang baik.
“Rendahnya literasi digital dapat berdampak pada berbagai persoalan sosial, termasuk penyebaran informasi yang menyesatkan hingga potensi terpapar paham-paham negatif,” ungkap Mugi.
Mugi mengajak seluruh anggota ormas untuk berkomitmen mengubah pola pikir dalam menghadapi teknologi. Ia optimis melalui konsistensi dan belajar bersama, media sosial dapat digunakan sebagai alat perubahan positif di masyarakat.
Menutup kegiatan tersebut, Agus Kristiono kembali menekankan bahwa media yang kuat akan menciptakan masyarakat yang terinformasi dengan baik. Hal ini pada akhirnya akan mendorong lahirnya pemerintahan yang memiliki integritas tinggi.