Wonosobo, satumenitnews.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah mengambil langkah tegas menyikapi maraknya insiden ledakan petasan rakitan jelang bulan suci Ramadan.
Status nol petasan resmi diberlakukan untuk seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo selama pelaksanaan ibadah puasa hingga perayaan Idhul fitri tahun ini.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan instruksi tersebut usai memimpin rapat koordinasi lintas sektoral di Pendopo Kabupaten pada Senin (23/2/2026).
Keputusan ini diambil menyusul rentetan tragedi ledakan petasan yang memakan korban luka parah di beberapa wilayah, seperti di Pandansari, Kecamatan Kertek, dan wilayah Rakal.
“Ternyata petasan ini tidak hanya di Wonosobo saja, di beberapa wilayah lain ini sudah sangat-sangat merugikan. Karena petasan yang meledak mengakibatkan bahaya bagi penggunanya,” ungkap Afif Nurhidayat.
Ia menyayangkan insiden jatuhnya korban akibat mercon rakitan yang seharusnya bisa dihindari. Para korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka yang cukup serius.
“Kami tidak ingin ada lagi korban-korban berikutnya. Oleh sebab itu, kami tegaskan pada rakor ini, mari bersama-sama kita mewujudkan puasa Ramadan dan Idhul fitri tahun ini zero dari petasan,” tegasnya.
Afif menyoroti modus peredaran bahan peledak yang kini banyak menyasar transaksi melalui platform daring.
Menurutnya, kasus ledakan di Kertek bermula dari pembelian bahan petasan secara daring yang kemudian diracik ulang secara mandiri di rumah korban.
“Ini setelah ditelusur, belinya online. Enggak tahu tiba-tiba sudah malah petasan pada saat dikorek, dirapikan, meledak. Beli online, di rumah dikemas lagi,” papar Afif menceritakan kronologi kejadian.
Untuk menegakkan aturan larangan tersebut, aparat gabungan akan menggelar operasi berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo sejak awal bulan puasa.
Terkait tradisi penerbangan balon udara yang kerap diwarnai dengan rentetan petasan, Afif memberikan kelonggaran bersyarat. Masyarakat tetap diizinkan menerbangkan balon udara asalkan ditambatkan dan benar-benar steril dari bahan peledak.
“Silakan besok mau bikin balon udara ditambatkan. Tapi tidak usah dikasih mercon. Kalau ada yang ngasih mercon, tidak usah ikut. Kita sterilisasi. Fokus saja penerbangan balon ditambatkan,” instruksinya kepada masyarakat.
Pemerintah daerah juga membuka ruang pengaduan terpadu bagi warga yang mengetahui adanya aktivitas perakitan atau peredaran petasan di lingkungan mereka.
“Tinggal telepon Call Center 112, atau manfaatkan Lapor Bupati, atau lewat medsos online. Silakan, itu menjadi media kami untuk mendengarkan informasi langsung dari masyarakat sehingga segera kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Afif mengimbau warga agar lebih menyayangi diri sendiri dan tidak membuang uang untuk membeli petasan. Ia mengingatkan bahwa ledakan mercon tidak hanya mengancam nyawa pembuatnya, tetapi juga membahayakan keselamatan tetangga serta merusak bangunan di sekitarnya.

