Koramil 04/Garung Kodim 0707/Wonosobo Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Desa Sitiharjo

Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, pada Minggu (1/3/2026) dini hari memicu terjadinya bencana tanah longsor.

Material longsor menimpa sebagian bangunan rumah milik warga di Dusun Dadapan, Desa Sitiharjo.
Peristiwa nahas tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada bagian dapur dan kamar mandi rumah milik Muanas (56). Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai 45 juta rupiah.

Bencana longsor ini bermula sekitar pukul 00.00 WIB ketika hujan deras turun tanpa henti selama lebih dari dua jam. Tingginya debit air membuat senderan tanah milik Zubaidi yang berada di wilayah RT 12 RW 06 kehilangan daya tahan.

Senderan Tanah Ambrol

Senderan tanah tersebut akhirnya ambrol dan langsung menimpa bagian belakang rumah korban. Beruntung, insiden yang terjadi pada tengah malam ini tidak sampai memakan korban jiwa.

Mengetahui kejadian tersebut, warga setempat segera melakukan kerja bakti secara gotong royong untuk membersihkan sisa material longsor. Langkah cepat ini bertujuan untuk membantu meringankan beban korban yang rumahnya tertimpa musibah.

Upaya pembersihan oleh warga mendapat dukungan penuh dari personel Koramil 04/Garung Kodim 0707/Wonosobo. Para prajurit TNI tersebut langsung turun ke lokasi kejadian untuk bahu-membahu menyingkirkan material tanah dan sisa puing bangunan dari area rumah korban.

Waspada Potensi Bencana Susulan

Komandan Koramil 04/Garung, Kapten Inf Supriyanto, mengingatkan bahwa wilayah Wonosobo, khususnya Kecamatan Garung, masih memiliki potensi longsor yang tinggi. Hal ini dipicu oleh kondisi geografis perbukitan dengan kemiringan curam serta curah hujan yang diprediksi masih intens.

Saat ini hujan masih sering turun dengan intensitas tinggi. Daerah kita perbukitan dengan kemiringan cukup tajam, sehingga potensi longsor sangat mungkin terjadi. Untuk itu, saya mengimbau kepada seluruh warga agar selalu waspada, tegas Kapten Supriyanto di lokasi kejadian.

Ia juga meminta warga untuk lebih jeli memperhatikan tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka. Indikator kerawanan seperti pohon yang tiba-tiba miring, munculnya retakan tanah, atau perubahan struktur tanah lainnya harus segera diwaspadai.

Jika warga menemukan kejanggalan tersebut, mereka diminta segera melapor kepada aparat setempat. Pelaporan yang cepat sangat penting agar tindakan pencegahan dini bisa segera diambil demi menghindari kerugian material maupun korban jiwa yang lebih besar.

Related posts

Yayasan Sanggar Cilik Gandeng Kodim 0707/Wonosobo Gelar Sparkling Ramadhan 2026, Bagikan Paket Berbagi ke Pengguna Jalan

Pemkab Wonosobo Siapkan 35 Titik CCTV Publik Pantau Arus Mudik Lebaran 2026

Terdampak Efisiensi DAK, Perbaikan Jalan Kalibeber-Deroduwur Wonosobo Diprioritaskan Tahun 2027

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More