Wonosobo – Kodim 0707/Wonosobo terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan dengan berpartisipasi aktif dalam acara Puncak Musim Tanam Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Penanaman Kopi Nusantara dengan tema “Hamemayu Hayuning Bawono: Reboisasi untuk Lingkungan Lestari dan Ketahanan Pangan Negeri”.
Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos., diwakili oleh Kasdim Mayor Arh Siswoto Nurharjo, turut serta menanam bibit kopi. Mayor Siswoto menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam.
“Menjaga lingkungan agar selalu hijau merupakan tanggung jawab kita semua sebagai umat manusia. Alam merupakan titipan anak cucu kita, maka harus dijaga dengan baik. Dengan menjaga alam tetap lestari, alam akan menjaga kita, kita akan jauh dari bencana, bahkan alam akan membantu kita,” ujarnya saat menanam pohon kopi.
Mantep Abdul Ghani, S.H., M.H., selaku Ketua JATUBU (Jagat Tunas Bumi), menyampaikan semangat gotong royong dalam gerakan ini. Ia menyoroti kondisi lahan kritis di wilayah Wonosobo, khususnya di Kedu Utara yang mencapai 56 persen lahan kritis.
“Kita semua jika melihat hutan gundul, langsung kita tanami. Bapak Ibu guru mengajak muridnya ikut kegiatan untuk melatih anak didiknya merawat alam. Kami bekerjasama dengan LMDH untuk merawat hutan dan menjaga alam agar kelangsungan hidup anak cucu kita ke depannya. Saya berharap semua stakeholder mari kita bekerjasama untuk menjaga alam,” katanya.
“Saya tidak punya tujuan politik. Mohon instansi terkait bersama bersinergi. Saya ingin hutan terjaga. Alhamdulillah kita dibantu 35 LMDH. Dana kegiatan ini murni hibah. Saatnya kita bersama-sama mendukung kegiatan ini. Wonosobo hijau kembali, hindari bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Mayjen TNI Purn Tri Martono, SIP., MIP., M.Si., Waketum DPP Garuda Asta Cita Nusantara, menyatakan kebahagiaan sekaligus keprihatinan melihat kondisi pegunungan di Wonosobo yang banyak gundul.
Ia juga memuji kegiatan yang berjalan dari swadaya masyarakat dan bangga atas partisipasi semua pihak. “Kopi bernilai ekonomis dan juga dapat mengantisipasi terjadinya bencana. Terima kasih kepada semuanya, semoga Tuhan memberkati kita semua,” pungkas Tri Martono.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi TNI AD dengan masyarakat dan organisasi sipil dalam mendukung reboisasi dan ketahanan pangan. Diharapkan, penanaman pohon kopi massal ini dapat mengembalikan kehijauan Wonosobo, mencegah bencana alam, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui komoditas kopi unggulan daerah.
Dengan semangat “Hamemayu Hayuning Bawono”, Kodim 0707/Wonosobo berkomitmen terus mendukung gerakan penghijauan untuk Indonesia yang lebih lestari dan sejahtera.
Pendim0707