Home » Kickoff Periksa Mata Gratis di SDN Durensawit, Camat Leksono Soroti Dampak Gawai pada Anak SD

Kickoff Periksa Mata Gratis di SDN Durensawit, Camat Leksono Soroti Dampak Gawai pada Anak SD

by Malindra Anji
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Rangkaian kegiatan pemeriksaan mata gratis untuk siswa sekolah dasar se-Kabupaten Wonosobo resmi dimulai hari ini. Kickoff program kolaborasi antara Satumenitnews dan Optik Nano Jaya ini dilaksanakan di SDN Durensawit, Kecamatan Leksono, Kamis (26/02/2026).

Pemeriksaan kesehatan mata ini menyasar total 108 siswa di sekolah tersebut. Pada hari pertama pelaksanaannya, tim memfokuskan pengecekan untuk siswa kelas bawah.

Rincian peserta pada hari ini meliputi 29 siswa kelas satu, 15 siswa kelas dua, dan 24 siswa kelas tiga. Sisanya, yakni siswa kelas empat hingga kelas enam, dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan lanjutan pada hari Jumat besok.

Camat Leksono, Ngadenan Hadi Priyono, S.Sos., hadir langsung memantau jalannya pemeriksaan. Ia memberikan apresiasi tinggi atas inisiasi program yang menyasar langsung kesehatan panca indra anak usia dini di wilayahnya.

Baca juga :  Inovasi Absonik Desa Jojogan, Dari Drum Bekas Beralih Plat Baja

Menurutnya, langkah ini sangat krusial untuk mengevaluasi secara langsung bagaimana anak-anak menggunakan telepon seluler atau gawai dalam aktivitas kesehariannya.

Evaluasi Dampak Gawai pada Penglihatan

Ngadenan menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan medis pasif. Momen ini juga menjadi ruang interaksi untuk mengetahui durasi riil penggunaan gawai oleh anak-anak ketika berada di rumah.

“Tadi ada anak yang kita tanya dan mengaku memakai HP sampai jam tujuh malam. Hal seperti ini yang kita cek, apakah ada dampak langsung berupa gangguan pada penglihatan mereka atau tidak,” ungkap Ngadenan.

Ia berharap hasil pendataan dari pemeriksaan awal di SDN Durensawit ini bisa menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan sekolah. Tujuannya untuk merumuskan langkah penanganan yang tepat dalam menekan dampak negatif penggunaan gawai yang selama ini belum dibatasi secara ketat.

Baca juga :  SPPG Unit Sidandang Wonosobo Distribusikan 3.570 Porsi Makan Bergizi ke 15 Sekolah

Tanggung Jawab Bersama Menuju Indonesia Emas

Lebih jauh, Ngadenan menegaskan bahwa edukasi penggunaan gawai yang bijak merupakan tanggung jawab bersama. Ia menyoroti peran pemerintah kabupaten, pihak sekolah, hingga pemerintah kecamatan.

Namun, ia memberikan penekanan khusus pada peran vital orang tua. Orang tua di rumah memiliki waktu interaksi paling lama dengan anak, sehingga edukasi pembatasan gawai harus dimulai dari pengawasan keluarga.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo sendiri terus memberikan perhatian besar pada sektor kesehatan masyarakat, mulai dari penanganan stunting, ibu hamil, hingga kesehatan balita. Program deteksi dini mata anak ini dinilai sangat selaras dengan komitmen pemerintah daerah.

“Kesehatan anak-anak SD saat ini sangat penting karena mereka adalah generasi penerus. Anak-anak inilah yang kelak menggantikan posisi kita saat menyongsong Indonesia Emas 2045 besok,” tutupnya.

Baca juga :  Kepsek SDN Durensawit Soroti Kecanduan Gawai Siswa, Dukung Cek Mata Gratis

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy