KAK DEWA Condongcatur Jadi Ruang Belajar Layanan Kesehatan Jiwa Lintas Daerah

Listen to this article

Sleman, satumenitnews.com – Sejumlah meja tertata rapi di Gedung Wacanaloka Kalurahan Condongcatur, Sleman, Kamis (29/10/2026). Di satu sisi, tenaga kesehatan dan kader sibuk melayani anggota Self Help Group (SHG) KAK DEWA yang sedang periksa kesehatan.

Buku Mata Hati tampak melengkapi peralatan pemeriksaan dan lembar pencatatan di atas meja. Tak jauh dari lokasi, sejumlah hasil karya menarik anggota SHG ikut terpajang.

Ada aneka makanan olahan hingga kerajinan tangan hasil rajutan. Sebagian karya tersebut telah dikemas dengan identitas “Karya SHG KAK DEWA, Berdaya dan Berkarya.”

Aktivitas ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan pemulihan bagi seluruh anggota KAK DEWA. Pagi itu, dinamika kegiatan harian ini disaksikan oleh tamu dari berbagai penjuru Nusantara.

Mereka ingin melihat dari dekat bagaimana pelayanan kesehatan jiwa dapat tumbuh subur di masyarakat. Peserta mengamati jejaring sinergi dari fasilitas kesehatan, keluarga, kader, kelompok swabantu, dan kalurahan. Kolaborasi apik ini memastikan orang dengan disabilitas psikososial (ODDP) tidak berjuang sendirian.

Penguatan Koordinasi Lintas Daerah

SHG KAK DEWA Condongcatur kini telah menjadi salah satu lokasi pembelajaran lapangan andalan. Kunjungan ini merupakan bagian dari program Penguatan Koordinasi Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) lintas daerah.

Rombongan tamu terdiri atas TPKJM dari berbagai daerah, kementerian, dan organisasi masyarakat sipil. Selain itu, hadir pula perwakilan mitra dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYAKKUM).

Peserta ini datang dari wilayah DIY, Kulon Progo, Bantul, dan Kota Yogyakarta. Ada pula yang datang jauh dari Banjarnegara, Purworejo, Mamuju, Gunungsitoli, hingga Sorong.

Pemkal Condongcatur dan Puskesmas Depok II menerima rombongan tersebut secara hangat. Kegiatan dipandu secara interaktif oleh Apri Nugroho sebagai pembawa acara utama.

Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto, S.IP., M.AP., sangat menyambut positif kehadiran peserta multidaerah tersebut. Ia bangga karena pengalaman kalurahannya membina program ini bisa menjadi bahan pembelajaran publik.

“Pemerintah Kalurahan Condongcatur sangat bangga apabila praktik baik ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain. Pemkal memberikan dukungan terhadap pelaksanaan SHG KAK DEWA sebagai wadah rehabilitasi ODDP,” ujar Budi Arto.

Menurutnya, kerja kolaboratif lintas sektor ini akan makin kuat berkat eksistensi TPKJM di kapanewon dan kalurahan.

Perjalanan KAK DEWA Tembus Keterbatasan

Dukungan pemerintah kalurahan terhadap masalah kesehatan jiwa tak sekadar pada tahap penanganan krisis. Setelahnya, ada perjalanan panjang tentang keberlanjutan pelayanan, pendampingan, hingga penerimaan masyarakat sekitar.

Koordinator Kesehatan Jiwa Puskesmas Depok II, Bernadeta Dewintasari, A.Md.Kep., kemudian berbagi kisahnya. KAK DEWA, yang bermakna Kau Adalah Kita, Terdepan dalam Kesehatan Jiwa, tumbuh pesat lewat jalur kolaborasi yang apik.

“Kelebihannya adalah Pemkal, Puskesmas, dan pihak lintas sektor bekerja sama secara kompak. Hal ini sangat memudahkan warga untuk mengakses pelayanan kesehatan jiwa,” jelas Bernadeta.

Jika pasien terhambat mobilitasnya menuju fasilitas kesehatan, maka petugas medis akan langsung mendatanginya. Program inovatif ini bernama KAK DEWA Keliling.

“Pemkal Condongcatur juga siap mendukung mobilitas KAK DEWA Keliling dengan fasilitas ambulans kalurahan dan personel Destana,” ujar Bernadeta.

Pola sinergi jemput bola ini memastikan keterbatasan akses pasien tak akan memutus keberlanjutan proses pelayanan. Petugas medis tetap rutin mengunjungi rumah untuk memantau kondisi dan memberikan edukasi pada keluarga pasien.

SHG KAK DEWA ini pertama kali terbentuk pada 24 September 2023. Wadah komunal ini berfungsi sebagai kelompok swabantu sekaligus sarana rehabilitasi ODDP berbasis pemberdayaan masyarakat.

Di dalam forum kelompok ini, orang dengan pengalaman dan tantangan psikososial serupa bisa saling berinteraksi. Kegiatan berisikan pertemuan tatap muka, pendampingan keluarga, Posbindu KAK DEWA, hingga aktivitas rekreatif dan produktif.

Eksistensi kelompok ini juga diperkuat melalui landasan hukum dari Pemkal Condongcatur. Kepengurusan lembaga telah disahkan melalui Keputusan Lurah Condongcatur Nomor 80/KEP.LURAH/2024.

Kolaborasi ini terus berjalan beriringan bersama Puskesmas Depok II dan berbagai mitra terpercaya, termasuk PRYAKKUM. Jaringan pelayanan kesehatan jiwa ini makin kuat di tingkat kapanewon dan kalurahan berkat peran optimal dari TPKJM pada tahun 2026.

Penerima Layanan Kini Menjadi Kreator

Dalam pertemuan ini, peserta tidak sekadar mendengar narasi cerita teori tentang pelayanan. Mereka melihat langsung anggota kelompok mengikuti pemeriksaan kesehatan di meja Posbindu. Anggota aktif berinteraksi dengan petugas medis dan kader secara sangat cair dan bersahabat.

Pemandangan ini menyadarkan bahwa layanan kesehatan tidak selalu berjalan dalam suasana klinis yang sangat formal. Pelayanan justru menjadi sebuah ruang aman untuk saling menyapa dan didengar keluh kesahnya.

Di sisi lain, kisah perjalanan masa pemulihan pasien mengambil bentuk yang berbeda. Hasil karya kreatif anggota SHG KAK DEWA terpampang rapi di hadapan tamu undangan pameran.

Tamu leluasa melihat hasil kerajinan rajutan dan olahan kuliner yang siap dibeli. Tampak ada sebuah proses rehabilitasi panjang di balik barang-barang dagangan ini.

Melalui kegiatan produktif, para anggota SHG KAK DEWA membuktikan mereka punya potensi mumpuni dan kreativitas. Kepercayaan diri para pasien berangsur-angsur makin terasah.

ODDP kini bukan lagi sekadar sebagai pihak penerima pelayanan atau objek pengobatan medis. Mereka berhasil kembali bersosialisasi secara mandiri, melahirkan berbagai karya produktif, dan mengambil peranan positif di dalam masyarakat sosial.

Bagi peserta dari luar daerah, kunjungan ke Condongcatur menjadi pelajaran amat berharga. Pengalaman ini menyadarkan bahwa program kesehatan jiwa tidak mungkin dikerjakan sendirian oleh tenaga kesehatan. Dibutuhkan kerja sama yang saling terhubung antara pihak puskesmas, keluarga, kader kemasyarakatan, serta dukungan pemerintah.

Dari Condongcatur, peserta pulang membawa sebuah keyakinan berharga bagi sistem pembangunan kesehatan masyarakat. Pemulihan ODDP ternyata dapat tumbuh optimal ketika orang di lingkungan terdekatnya peduli padanya.

Setiap orang punya hak mendasar untuk kembali hidup sehat, mandiri, dan berdaya di hadapan khalayak publik. Tidak ada satu pun pasien ODDP yang harus menanggung rintangan sulit itu secara sendirian.

Related posts

Perkuat SDM, Condongcatur Dorong Pelayanan Publik Berbasis Digital Lewat SIDES

Koramil 03/Mojotengah Kodim 0707/Wonosobo Bersama Forkopimcam Gelar Aksi Bersih Lingkungan, Edukasi Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Diskusi MULTIFRAME UNS, Enam Seniman Ajak Mahasiswa Mendunia Tanpa Hilangkan Budaya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More