Wonosobo, satumenitnews.com – Aroma daun teh bukan satu-satunya hal yang menyeruak di kawasan agrowisata lereng Gunung Sindoro. Sebanyak 18 anggota Komunitas Jurnalis Wonosobo (KJW) menemukan fakta lain saat mengikuti kegiatan familiarization trip hari pertama pada Selasa (13/1/2026).
Di balik hamparan kebun teh yang menjadi ikon wisata daerah, tersimpan komoditas vital medis yang masih lestari hingga kini.
Rombongan jurnalis yang biasanya berkutat dengan isu politik dan kriminal kini diajak menyelami isi dapur destinasi wisata unggulan tersebut. Kegiatan ini mengusung tema besar Bangga Berwisata di Wonosobo sebagai upaya memperkuat narasi positif pariwisata lokal.
Menyelami Nilai Historis dan Ekonomis
Pemandu wisata Tambi Tea Resort Puji Ikhsani memimpin langsung tur edukasi bagi para awak media. Ia membawa rombongan berkeliling mulai dari area pabrik pengolahan, museum sejarah, hingga masuk ke sela-sela perkebunan teh.
“Setiap sudut lokasi ini memiliki nilai historis dan ekonomis tinggi, baik bagi perusahaan maupun bagi daerah Wonosobo,” tegas Puji saat menjelaskan rute perjalanan wisata kepada para jurnalis.
Jejak Farmasi yang Terselip di Kebun Teh
Kejutan muncul saat rombongan tiba di area perkebunan. Puji mengungkapkan bahwa Tambi Tea Resort tidak memproduksi teh sebagai komoditas tunggal.
Terdapat deretan pohon kina yang hingga kini tetap dipertahankan keberadaannya di tengah dominasi tanaman teh. Tanaman kina ini dipastikan bukan sekadar pelengkap visual atau tanaman perindang semata.
“Kulit pohon kina dari perkebunan ini masih aktif diproduksi dan masuk ke dalam rantai pasok industri farmasi. Permintaan pasar medis terhadap bahan baku obat-obatan ini tetap ada,” jelas Puji.
Komitmen Diversifikasi dan Warisan Sejarah
Manajemen Tambi Tea Resort memiliki komitmen kuat untuk menjaga eksistensi pohon kina. Langkah tersebut merupakan bagian dari diversifikasi produk sekaligus upaya merawat warisan sejarah perkebunan.
Kehadiran pohon kina menambah bobot edukasi bagi pengunjung yang datang. Fakta ini membuktikan bahwa destinasi wisata Tambi memiliki peran ganda sebagai penyangga ekonomi agraris dan pendukung kelangsungan sektor kesehatan.
Para jurnalis mencatat secara detail proses panen hingga pengolahan komoditas tersebut. Eksplorasi hari pertama famtrip ini membuka wawasan baru bahwa daya tarik wisata di Wonosobo menyimpan sisi lain yang jarang terekspos ke publik luas, sekaligus menjadi jembatan informasi agar masyarakat lebih mengenal kekayaan potensi daerahnya sendiri.
Dilantik di Yogyakarta, KJW Sentil Pemerintah Lewat Misi Kontrol Sosial
Cek Link CCTV Wonosobo Lewat HP, Solusi Hindari Macet Saat Long Weekend
Menyibak Potensi Farmasi Pohon Kina di Balik Pesona Agrowisata Tambi Tea Resort Wonosobo
Menguliti Isi Tambi Tea Resort, Jurnalis Wonosobo Temukan Fakta Pengelolaan Wisata
Disparbud Wonosobo Rombak Ekosistem Pariwisata Lewat Kurikulum Sekolah dan Edukasi Geothermal
Festival Kuliner Legend Wonosobo 2025, Semarak dan Ramai Pengunjung
Hari Pers Nasional (HPN) 2025: Legitimasi Penguatan Sinergi Pemerintah dan Media di Wonosobo
Peringati Hari Pers Nasional ke-79, Bupati Wonosobo dan Jurnalis Gelar Mini Soccer

