Wonosobo, satumenitnews.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Wonosobo mengakibatkan luapan saluran air di Kampung Melaran RT 004 RW 003, Kelurahan Jlamprang, Kabupaten Wonosobo, pada Senin sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.15 WIB dan berdampak langsung pada area Pondok Pesantren As-Salaf. Luapan air dari saluran drainase menggenangi lingkungan pondok hingga menyebabkan sejumlah fasilitas serta barang milik penghuni pesantren terdampak.
Kronologi dan Dampak Kerusakan Elektronik
Air mulai meluap ketika debit air di saluran pembuangan meningkat drastis akibat hujan lebat yang tak kunjung reda. Kondisi ini membuat air melimpah ke area pondok dan merendam sejumlah ruangan.
“Kami segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal di titik luapan,” ujar petugas piket SPKT Polsek Wonosobo saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Berdasarkan pendataan, beberapa barang elektronik milik pesantren mengalami kerusakan akibat terendam air. Perangkat yang tidak sempat diselamatkan tersebut di antaranya adalah laptop dan monitor yang digunakan untuk kegiatan operasional pondok. Selain itu, tercatat tiga unit mobil yang berada di lingkungan pondok turut terdampak genangan air.
Halaman Pondok Pesantren Ambles
Kerusakan tidak hanya menyasar barang-barang bergerak, namun juga menyentuh aspek infrastruktur. Halaman Pondok Pesantren As-Salaf dilaporkan mengalami kerusakan berupa tanah ambles.
Titik tanah yang ambles tersebut memiliki dimensi panjang kurang lebih 1 meter, lebar 50 sentimeter, dengan kedalaman sekitar 1 meter. Kondisi ini diduga terjadi akibat gerusan air yang meresap ke lapisan tanah saat luapan berlangsung hebat.
Penanganan Terpadu dan Estimasi Kerugian
Upaya penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu oleh personel Polsek Wonosobo, Koramil Wonosobo, dan BPBD Kabupaten Wonosobo. Warga setempat juga terlihat bahu-membahu membantu pembersihan material pasca-luapan.
“Saat ini situasi di lokasi sudah aman dan terkendali. Kami telah mendata saksi-saksi dan melaporkan perkembangan ini kepada pimpinan untuk langkah tindak lanjut,” tambah petugas tersebut.
Pihak berwenang menaksir kerugian materiil akibat bencana luapan air ini mencapai Rp11.000.000,00 (sebelas juta rupiah). Pihak kepolisian mengimbau warga tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah Wonosobo masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Bencana Longsor di Dusun Gemantung, Rumah Warga Terdampak Material Tanah
Siaga Bencana Jalur Mudik Wonosobo Lebaran 2026, BPBD Terjunkan Ribuan Relawan
Ramadan Wonosobo: Bayang-Bayang Bencana dan Tarik Ulur Aturan Alkohol
Sinyal Bencana Kian Nyata, Menanti Nyali Aparat atau Gugatan Rakyat?
Fesyen Bencana di Jembatan Tlogo: Atribut Korel Dipakai Kotori Sungai, BPBD Meradang
Mrica Sekarat, Menjer Mulai Tercekik, Bencana Diam-diam di Hulu Serayu
Nataru Mengintai, Wonosobo “Tes” Telaga Menjer-Kalianget: Aman atau Rawan Bencana?
Gerakan Hijau Polres Wonosobo, Tanam Pohon, Tangkal Bencana yang Mengintai
Polres Wonosobo Latih Personel dan Warga Lewat Simulasi Penanggulangan Bencana

