Home » Hari Kesadaran Nasional Jadi Pengingat Jati Diri dan Semangat Pengabdian Polri

Hari Kesadaran Nasional Jadi Pengingat Jati Diri dan Semangat Pengabdian Polri

by Pidres Wonosobo
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com — Halaman Mapolres Wonosobo menjadi saksi pelaksanaan Upacara Hari Kesadaran Nasional yang berlangsung khidmat pada Senin (19/01). Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan memimpin langsung kegiatan rutin yang kali ini memuat pesan peringatan cukup keras terkait kondisi geografis dan integritas anggota.

Kapolres memandang momentum hari kesadaran nasional bukan sekadar ritual bulanan. Ia menegaskan upacara ini membawa makna krusial bagi pemulihan kesadaran dan tanggung jawab seluruh personel sebagai abdi negara.

AKBP M. Kasim Akbar Bantilan dalam amanatnya mengingatkan jajarannya untuk menengok kembali fungsi dasar kepolisian. Ia meminta anggota tidak melupakan sumpah jabatan yang melekat pada seragam mereka.

Baca juga :  Komisi Informasi Jateng Uji Keterbukaan Informasi Publik di Wonosobo

“Melalui upacara ini, kita kembali diingatkan akan jati diri Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta sebagai penegak hukum yang senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ujar Kapolres di hadapan peserta upacara.

Integritas dan Etika Profesi

Selain mengingatkan soal filosofi pengabdian, Kapolres menuntut adanya perbaikan sikap dalam keseharian. Ia menyoroti pentingnya etika, baik saat personel menjalankan tugas resmi maupun saat berbaur di tengah masyarakat.

Menurutnya, kepercayaan publik tidak muncul begitu saja. Modal utama untuk membangun kepercayaan tersebut terletak pada profesionalisme, kedisiplinan, dan integritas yang anggota tunjukkan secara konsisten. Kapolres meminta agar standar operasional prosedur menjadi pegangan wajib demi keselamatan dan ketepatan tindakan di lapangan.

Baca juga :  Peringatan HARGANAS ke-29 di Wonosobo Masih Bahas Isu Stunting

Alarm Siaga Bencana di Pegunungan

Perhatian Kapolres beralih pada kondisi faktual wilayah hukumnya. Wonosobo yang memiliki karakteristik pegunungan kini menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu. Curah hujan yang relatif sering turun meningkatkan potensi kerawanan bencana alam.

Situasi ini memaksa Kapolres menekankan urgensi kesiapsiagaan personel. Ia secara khusus menyoroti pleton siaga bencana agar tidak lengah. Kesiapan operasional menjadi harga mati di tengah kondisi alam yang sulit terprediksi.

“Kesiapan personel, peralatan, dan mental harus terus dijaga sehingga dapat segera digerakkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” tegas AKBP M. Kasim Akbar Bantilan.

Ia juga menginstruksikan seluruh anggota untuk menjaga kesehatan fisik dan meningkatkan kewaspadaan saat bertugas. Faktor cuaca ekstrem menurutnya dapat berdampak langsung pada keselamatan personel saat menjalankan misi di lapangan.

Baca juga :  Gaet Pasar Internasional, UMKM Wonosobo Wajib Kembangkan Produk

Apresiasi untuk Personel Berprestasi

Di sela-sela peringatan hari kesadaran nasional tersebut, Kapolres menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah personel. Institusi menilai mereka berhasil menunjukkan dedikasi dan kinerja melampaui panggilan tugas standar.

Penyerahan penghargaan ini menjadi simbol apresiasi pimpinan terhadap loyalitas anggotanya. Kapolres berharap pengakuan ini memicu semangat kompetitif yang positif di lingkungan Polres Wonosobo.

“Saya berharap prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan, serta menjadi contoh dan motivasi bagi seluruh personel lainnya untuk terus berprestasi dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy