Yogyakarta, satumenitnews.com – Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kota Yogyakarta menghadiri Karang Taruna Women’s Forum. Acara bertema “Perempuan Bergerak, Berdaya, dan Berdampak” ini berlangsung di Pendopo Agung Ambarukmo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Wakil Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga, Lely, hadir mewakili GPM Kota Yogyakarta. Forum ini menjadi ruang diskusi peran perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.
Peserta juga membahas berbagai tantangan nyata di lapangan. Tantangan ini berkaitan erat dengan upaya memperjuangkan kesempatan dan partisipasi yang setara bagi perempuan.
Tentukan Arah Pembangunan
Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas menyampaikan pesan penting dalam agenda tersebut. Ia menekankan bahwa perempuan tidak cukup hanya sekadar menjadi perhitungan secara politis semata. Perempuan juga harus ikut berperan menentukan arah pembangunan.
Keterlibatan perempuan wajib hadir dalam berbagai sektor strategis yang ada. Sektor tersebut meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pemerintahan, hingga ranah politik.
Perempuan bukan sekadar penerima manfaat dari sebuah program pembangunan. Mereka merupakan bagian masyarakat yang memiliki kapasitas penting. Kapasitas ini sangat dibutuhkan untuk menentukan kebijakan dan mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.
Dukungan Lintas Sektor
Namun, potensi perempuan sebagai penggerak perubahan ini sering menghadapi kendala nyata. Masyarakat belum sepenuhnya memberikan kepercayaan dan kesempatan yang memadai bagi kaum perempuan.
Tanggung jawab urusan domestik masih sering membatasi ruang gerak perempuan untuk berkembang. Keterbatasan akses terhadap jejaring sosial juga menjadi tantangan besar untuk mengambil peran lebih luas.
Karena itu, dukungan nyata dari berbagai pihak sangat penting bagi perempuan. Keluarga, organisasi, media, dan pemerintah perlu memberikan dukungan tersebut secara konsisten dan berkelanjutan.
Dukungan ini memberi peluang bagi perempuan untuk terus mengembangkan kapasitas dirinya. Mereka juga bisa membangun jejaring dan berpartisipasi aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan bersama.
Perubahan Melalui Organisasi
Forum ini juga menyoroti pentingnya membangun perubahan melalui organisasi dan gerakan sosial. Perubahan sosial di tengah masyarakat memang tidak selalu harus berlangsung dengan sangat cepat.
Hal terpenting adalah menjaga konsistensi pergerakan secara terus-menerus. Langkah ini memastikan setiap upaya organisasi dapat memberikan dampak yang benar-benar nyata bagi masyarakat luas.
Semangat tersebut tergambar jelas melalui pesan inspiratif yang diserukan dalam forum ini.
“Jangan menunggu perubahan, tetapi ciptakan perubahan lewat organisasi,” pesan dalam forum tersebut.
Organisasi menjadi ruang strategis bagi kaum perempuan dan generasi muda masa kini. Wadah ini efektif untuk membangun kesadaran bersama, memperluas kerja sama, dan menggerakkan perubahan sosial.
Ruang Partisipasi Nyata
Kehadiran Lely menjadi bukti partisipasi aktif GPM Kota Yogyakarta terhadap isu perempuan. Organisasi kepemudaan ini menaruh perhatian besar pada dinamika sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Melalui forum semacam ini, seluruh peserta dapat saling menyimak dan bertukar gagasan. Mereka bisa memperluas wawasan mengenai pentingnya keterlibatan perempuan dalam berbagai tahapan pembangunan daerah.
Pada akhirnya, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya berwujud jargon atau slogan semata. Perempuan sangat membutuhkan kesempatan nyata dan dukungan berkelanjutan dari seluruh elemen bangsa.
Mereka memerlukan ruang partisipasi luas untuk berkontribusi maksimal sesuai dengan kapasitasnya. Karang Taruna Women’s Forum ini kembali mengingatkan bahwa perubahan sosial merupakan sebuah proses kolektif. Perempuan harus terus mendapatkan ruang untuk bergerak, berdaya, dan berdampak bagi kemajuan masyarakat.