Wonosobo, satumenitnews.com – Pelaksanaan hari pertama pemeriksaan mata gratis dalam program “Mata Sehat, Generasi Hebat” di SDN Durensawit, Kecamatan Leksono, Kamis (26/2/2026), mengungkap fakta krusial mengenai pola interaksi digital siswa. Sebuah survei tertulis yang dilakukan secara mendadak menunjukkan bahwa mayoritas siswa di jenjang kelas rendah ternyata telah memiliki telepon seluler (HP) pribadi.
Kegiatan pemeriksaan yang diinisiasi oleh PT Satu Menit Grup bersama Optik Nano Jaya ini awalnya difokuskan pada pendeteksian dini gangguan penglihatan. Namun, di sela-sela menunggu giliran pemeriksaan, tim pelaksana melakukan survei tertulis kepada para siswa agar mereka tidak merasa bosan selama proses antrean berlangsung.
Fakta Lapangan yang Kontradiktif
Hasil survei tersebut menunjukkan data yang cukup mengejutkan dan berbeda dengan asumsi awal pihak sekolah. Kepala SDN Durensawit, Sri Wahyu Diyanti, S.Pd.SD., sebelumnya sempat mengindikasikan bahwa kepemilikan gawai mandiri di kalangan siswa kelas 1, 2, dan 3 masih sangat minim.
Baca Juga: Kepsek SDN Durensawit Soroti Kecanduan Gawai Siswa, Dukung Cek Mata Gratis
Indikasi awal tersebut didasarkan pada pengamatan pihak sekolah terhadap komunikasi di grup WhatsApp paguyuban wali murid. Selama ini, setiap kali guru memberikan tugas atau pengumuman, pihak yang memberikan respons dan tanggapan selalu orang tua siswa, sehingga muncul kesan bahwa siswa tidak memegang gawai secara mandiri.
Rincian Data Kepemilikan Per Kelas
Namun, jawaban tertulis dari para siswa menceritakan realitas yang berbeda. Pada kelas 1 yang memiliki jumlah total 29 siswa, sebanyak 21 anak mengaku sudah memiliki HP pribadi. Kondisi serupa terjadi di kelas 2, di mana dari total 15 siswa, terdapat 8 anak yang sudah difasilitasi gawai mandiri.
Sementara itu, pada jenjang kelas 3 yang berjumlah 24 siswa, tercatat sebanyak 13 anak mengaku memiliki telepon seluler sendiri. Secara akumulatif, terdapat 42 siswa dari total 68 peserta pemeriksaan di hari pertama yang menyatakan telah memiliki akses penuh terhadap perangkat gawai pribadi mereka.
Langkah Cepat Pihak Sekolah
Menanggapi laporan hasil survei tersebut, Sri Wahyu Diyanti, S.Pd.SD., menyatakan akan segera mengambil langkah strategis. Pihak sekolah berencana untuk berkomunikasi langsung dengan para wali murid guna mendiskusikan temuan ini dalam waktu dekat.
Komunikasi dengan wali murid tersebut dipandang sangat mendesak untuk menyamakan persepsi mengenai pengawasan penggunaan teknologi pada anak di bawah umur. Pihak sekolah ingin memastikan bahwa keberadaan gawai pribadi tersebut tidak mengganggu konsentrasi belajar maupun kesehatan mata para siswa.
Pelaksanaan kickoff pemeriksaan mata hari ini juga dipantau langsung oleh Camat Leksono, Ngadenan Hadi Priyono, S.Sos. Program ini sendiri ditargetkan menyasar 108 siswa di SDN Durensawit, dengan agenda pemeriksaan untuk kelas 4 hingga kelas 6 yang dijadwalkan akan berlanjut pada hari Jumat besok.