Dari Alat Berat ke Kopi: Cerita CEO Sanera Balancing Image Lewat Bisnis Kuliner

Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Dunia konstruksi dan dunia kopi seolah berada di dua kutub yang berbeda. Yang satu identik dengan deru mesin, debu, dan besi keras; sementara yang lain lekat dengan aroma menenangkan, kehangatan, dan obrolan santai. Namun, di tangan Asep, CEO Sanera Cafe & Entertainment, kedua dunia itu bertemu dalam sebuah harmoni bisnis yang menarik.

Pria asal Bogor ini bukanlah pemain baru di dunia bisnis. Di balik penampilannya yang santai saat Grand Opening Sanera Cafe, Minggu (15/02/2026), Asep adalah sosok yang kenyang pengalaman di industri alat berat. Bisnis utamanya meliputi kontraktor proyek besar, penyewaan (rental), hingga layanan servis alat berat.

Meski enggan merinci detail portofolio proyeknya, Asep mengakui bahwa dunia alat berat adalah “habitat” aslinya. Namun, sebuah pertanyaan menggelitik muncul: Mengapa seorang kontraktor alat berat tiba-tiba melirik bisnis kuliner di kota dingin Wonosobo?

Filosofi “Balancing Image”

Bagi Asep, Sanera bukan sekadar tempat mencari untung tambahan, melainkan sebuah upaya penyeimbang citra atau balancing image.

“Alat berat itu identik dengan proyek yang keras, kadang dianggap berdampak kurang baik bagi lingkungan, meskipun manfaat pembangunannya besar. Saya ingin menyeimbangkan image itu,” tutur Asep.

Ia merasa perlu memiliki ruang yang lebih “lunak”, komunikatif, dan menyenangkan. Sebuah tempat di mana ia bisa berbicara tentang bisnis tanpa ketegangan, menghubungkan kolega, dan menyapa masyarakat dengan cara yang lebih hangat.

“Kita butuh tempat untuk merefleksikan hal itu. Di mana kita bisa menyambungkan image keras tadi dengan hal-hal baik di belakangnya. Kedai kopi adalah tempat yang paling cocok,” tambahnya.

Kolaborasi dan Insting Membaca Wonosobo

Visi Asep ini tidak berjalan sendirian. Ia menggandeng Agus Pujiantoro, sahabat sekaligus pemilik properti di lokasi strategis tersebut. Kolaborasi keduanya menyulap lahan di pusat kota Wonosobo menjadi destinasi wisata berkelas.

Insting bisnis Asep “menyala” saat melihat potensi Wonosobo. Dua tahun terakhir, ia mengamati pergeseran tren wisata warga Jabodetabek. Wonosobo kini dianggap sebagai gadis seksi baru dalam pariwisata, bersanding dengan nama-nama besar seperti Yogyakarta dan Bali.

“Orang Jakarta cari dingin, cari view. Di sini, kita punya pemandangan Gunung Sindoro, Sumbing, dan Prau yang mewah, tapi lokasinya ada di dalam kota. Ini inside the box,” jelasnya.

Regenerasi dan Warisan

Lebih jauh, ekspansi ke dunia lifestyle dan entertainment ini juga merupakan langkah Asep mempersiapkan masa depan. Ia sadar bahwa bisnis tidak bisa bergantung pada satu kaki saja.

“Saya punya generasi penerus. Sanera ini saya siapkan juga sebagai wadah bagi mereka untuk mulai berkonsentrasi dan belajar mengelola bisnis,” ungkap Asep.

Kini, Sanera Cafe & Entertainment telah berdiri tegak. Di sana, pengunjung tidak akan menemukan suara bising ekskavator, melainkan alunan musik, tawa keluarga yang berenang, dan aroma kopi yang menggoda. Sebuah transformasi manis dari tangan dingin seorang kontraktor alat berat yang berani keluar dari zona nyamannya.

Related posts

Sanera Cafe & Entertainment Hadir di Wonosobo: Tawarkan View 3 Gunung Tanpa Harus Keluar Kota

Siasat Unik Kedai Pinggir Kali Wonosobo, Manfaatkan Tanaman Karnivora Halau Musim Lalat Slug URL

Hadapi Dinamika Tata Ruang, Tim Gabungan Wonosobo Perketat Izin Wisata

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More