Wonosobo, satumenitnews.com – Pernah pusing melihat anak betah scroll media sosial berjam-jam tapi gampang bosan saat disuruh belajar? Tenang, Anda tidak sendirian. Ancaman kecanduan gawai hingga fenomena brain rot (penurunan daya fokus akibat konten pendek) memang sedang menjadi “hantu” bagi para orang tua di era digital ini.
Tapi, alih-alih cuma menyalahkan teknologi, Pemerintah Kabupaten Wonosobo justru mengambil langkah cerdas untuk “menunggangi” ombak digitalisasi ini. Momen Festival Pendidikan Hari Pendidikan Nasional 2026 kemarin (19/5/2026) menjadi saksi lahirnya gebrakan baru yang sangat relevan dengan keresahan kita semua.
Lewat Talk Show Inspiratif Episode 3 yang disiarkan langsung di Web TV Wonosobo dan Radio Pesona Wonosobo – 92,1 FM, obrolan “daging” yang dipandu oleh host Asih Prihatin, S.Pd. ini sukses membuka mata banyak pihak.
Reality Check dari Sekda: “Generasi Emas atau Generasi Cemas?”
Hadir mewakili Bupati Wonosobo, Sekretaris Daerah Drs. One Andang Wardoyo, M.Si., langsung memberikan reality check yang menohok.
“Menyiapkan anak-anak untuk tahun 2045 itu pertaruhan. Kalau karakternya tidak kuat, mereka bukan jadi generasi emas, tapi generasi cemas saat menghadapi persaingan global,” ungkapnya.
Untuk menjawab tantangan itu di tahun 2026 ini, Pemkab meluncurkan Program 5 Pilar Sekolah Entrepreneur. Jangan bayangkan kurikulum yang kaku, program ini justru sangat relatable:
- Bahasa Inggris Visual: Dibiasakan dari TK/SD biar anak SMP sudah cas-cis-cus tanpa beban.
- Melek IT yang Produktif: Menggeser kebiasaan main smartphone menjadi mahir pakai laptop/komputer.
- Nasionalisme: Biar anak tetap bangga jadi orang Indonesia di tengah gempuran tren luar.
- Tata Kromo: Mengemas etika lokal dan unggah-ungguh agar tetap relevan.
- Mental Wirausaha: Membangun jiwa mandiri yang pantang menyerah.
Bahkan, Pak Sekda mendorong guru untuk jadi talent scouter ala “Sekolah Rakyat”. “Kalau anak hobinya es krim, ya tugas matematika atau mengarangnya pakai tema es krim. Biar natural belajarnya,” tambahnya. Tak ketinggalan, ada usulan asyik tentang Perdes Jam Belajar (18.00 – 21.00) untuk “memaksa” anak rehat dari budaya nongkrong kafe yang berlebihan.
Inovasi Guru yang Bikin Geleng Kepala
Gagasan keren dari Pemkab ini langsung dijawab dengan aksi nyata oleh para guru di lapangan.
Bayangkan, sekolah dengan fasilitas terbatas ternyata bisa belajar coding! Wahyu Nur Alamsyah, S.Pd., guru SMPN 6 Satap Kaliwiro, membagikan jurus andalannya: “Coding Kardus”. Alih-alih pakai komputer super canggih, siswa diajak membuat pola sulaman dengan kode posisi (misal: “keluar dari A1, masuk ke B2”).
“Siswa jadi paham, satu langkah salah bikin semua pola rusak. Ini melatih logika debugging atau mencari kesalahan. Fokus kita bukan mencetak hacker, tapi membangun literasi dan etika digital biar anak tidak gampang ‘dikadalin’ sama AI seperti ChatGPT,” cerita Wahyu antusias.
Di sisi lain, Sudarwati, S.Pd. dari SMPN 1 Mojotengah punya trik seru bernama Klik PID (Kenali Lingkungan secara Interaktif dan Kolaboratif). Siswa diajak jalan-jalan mengeksplorasi lingkungan, lalu bikin proyek desain bareng-bareng di Canva.
Satu pesan penting dari Bu Sudarwati untuk para guru dan orang tua: Lawan algoritma!
“Guru dan orang tua harus rajin membanjiri media sosial sampai ke grup WhatsApp dengan konten edukasi yang menarik. Kalau tidak, algoritma anak kita akan terus-terusan diisi konten joget-joget yang tidak bermanfaat. Fokus belajar mereka harus kita rebut kembali,” pesannya.
Yuk, Ambil Bagian!
Mendengar obrolan di Talk Show Inspiratif ini bikin kita sadar: mendidik anak di era digital itu butuh kreativitas tingkat tinggi dan kolaborasi bareng-bareng.
Sudah saatnya sekolah dan keluarga jalan bergandengan tangan. Ingin tahu lebih banyak gimana cara mengaplikasikan Program 5 Pilar Sekolah Entrepreneur ini untuk anak atau di sekolah Anda?
Jangan ragu untuk mencari tahu info lebih lanjut atau berkonsultasi melalui hotline WhatsApp resmi Dinas Pendidikan Kabupaten Wonosobo. Mari bergerak bersama di tahun 2026 ini untuk memastikan anak-anak kita benar-benar siap menjadi Generasi Emas yang tahan banting!
[Tim Redaksi / Editor: Malindra Anji]
Ironi Wali Murid Sekolah Dasar Wonosobo: Biarkan Anak Main Game, Beli LKS Malah LaporBup
Komite SDN Durensawit Merasa Kecolongan, Anak Kelas 1 Main HP Hingga Dini Hari
Cegah Mata Minus: 5 Aturan Emas Penggunaan Gadget untuk Anak SD di Wonosobo
Darurat Gadget, Ancaman Rabun Jauh Mulai Gerus Fokus Belajar Anak SD di Wonosobo
Satbinmas Polres Wonosobo Gelar Polisi Sayang Anak Bersama KB Mutiara Bhakti 1
Dari Upacara Sekolah, Wakapolres Wonosobo Suarakan Perlindungan Anak dan Masa Depan Daerah
Polres Wonosobo Ajak Warga dan Anak-Anak Pahami Keselamatan di Jalan Raya
Kolaborasi Sunyi di Balik Angka, Puskesmas Kalikajar 2 dan Dua Lembaga yang Menjaga Anak Wonosobo
Sekolah Rakyat Siap Beroperasi Juli 2025, Anak Miskin Jadi Sasaran Utama