Wonosobo, satumenitnews.com – Penantian panjang belasan tahun akhirnya berbuah manis bagi warga Wonosobo. Jalan Lingkar Selatan Kertek di Desa Karangluhur resmi beroperasi pada Senin (16/3/2026) sebagai solusi konkret mengurai benang kusut kemacetan di kawasan Pasar Kertek.
Peresmian jalur alternatif sepanjang 1,3 kilometer ini menjadi momen emosional tersendiri bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang turun langsung meresmikan infrastruktur tersebut menyebutnya sebagai wujud nyata dari sebuah cita-cita luhur yang telah dikawal sejak lama.
“Pembangunan jalan lingkar ini sebenarnya sudah dirintis sejak 15 tahun yang lalu. Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik dari masyarakat, Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Kertek, Dinas PUPR, serta dukungan semua pihak, kita bisa mendapatkan alokasi anggaran untuk meneruskan cita-cita para pendahulu,” ujar Afif di sela acara tasyakuran peresmian.
Afif tidak menampik bahwa perjalanan mewujudkan jalan selebar lima meter ini penuh dengan dinamika dan tantangan berat di lapangan.
Proses pengadaan lahan yang telah dimulai sejak 2011 membutuhkan kesabaran yang luar biasa dari warga maupun pemerintah. Bahkan dalam proses pengerjaan fisiknya, tim lapangan sempat dihadapkan pada sejumlah kendala teknis dan musibah.
Namun rentetan ujian tersebut tidak menyurutkan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan proyek vital ini.
“Tahun 2026 ini jalan sudah bisa kita gunakan, khususnya untuk menyambut Idul Fitri. Yang terpenting, tahun ini jalan lingkar tersebut bisa segera difungsikan untuk mengurai kemacetan lalu lintas,” pungkasnya menegaskan fungsi utama jalur tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Wonosobo Nurudin Ardiyanto menambahkan rincian di balik kokohnya jalan alternatif ini.
Menurutnya, total anggaran untuk merampungkan jalan lingkar beserta fasilitas pendukungnya menelan dana sekitar Rp12,5 miliar. Angka fantastis tersebut dikucurkan secara bertahap sejak 2018, di luar biaya pembebasan lahan belasan tahun silam.
Pengerjaan fisik di lapangan juga mencakup pembangunan Jembatan Kali Paat yang menelan biaya Rp3,5 miliar bersumber dari bantuan provinsi.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo kemudian mengunci tahap akhir proyek dengan kucuran APBD sekitar Rp1,8 miliar. Dana ini dimaksimalkan untuk pengaspalan dua lapis, pembuatan bahu jalan beton, dan pemasangan marka demi jaminan keselamatan pelintas.
Kini jalur yang menyambungkan ruas jalan Kertek menuju Selomerto hingga tembus ke jalan nasional arah Parakan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan.
Kehadirannya diyakini tidak hanya akan memperlancar arus mudik Lebaran 2026, tetapi juga mempercepat laju distribusi barang yang bermuara pada peningkatan ekonomi warga di sekitar Kertek.

