Wonosobo, satumenitnews.com – Kepedulian warga Kabupaten Wonosobo terhadap krisis kemanusiaan dan penanganan bencana alam terbukti tinggi. Hal ini terekam dari hasil akhir penggalangan dana Palang Merah Indonesia (PMI) cabang setempat yang sukses melampaui target sasaran awal.
Bupati Wonosobo Eko Purnomo secara resmi menutup Bulan Dana PMI Kabupaten Wonosobo Tahun 2018 pada Rabu (3/7) di Ruang Mangoenkoesoemo Sekretariat Daerah.
Acara penutupan misi kemanusiaan ini turut disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Agus Subagiyo, Penjabat Sekda M Zuhri, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam laporannya sebagai Ketua Bulan Dana PMI 2018, Eko Purnomo menyebutkan angka perolehan akhir menembus Rp1.200.899.500. Angka riil ini memecahkan proyeksi awal pemerintah daerah yang hanya dipatok sebesar Rp1,2 miliar.
“Kami menyampaikan terima kasih setulus-tulusnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi secara aktif dalam misi kemanusiaan ini. Termasuk kepada seluruh masyarakat Wonosobo yang secara ikhlas telah mendonasikan dananya demi terjaganya operasionalisasi PMI,” ucap Eko.
Rekor Sepanjang Sejarah Kemanusiaan Daerah
Proses pengumpulan donasi publik ini berlangsung secara estafet selama tiga bulan penuh. Eko Purnomo mengapresiasi kinerja seluruh panitia karena proses ini tidak sekadar menjadi rutinitas birokrasi, melainkan wujud nyata solidaritas sosial di tingkat akar rumput.
Menurut data historis pemerintah daerah, pencapaian tahun 2018 ini langsung masuk ke dalam jajaran rekor perolehan donasi tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan program serupa di Wonosobo.
[Placeholder: Link ke berita terkait sebelumnya]
“Berdasarkan hasil perolehan Bulan Dana PMI Kabupaten Wonosobo, untuk pelaksanaan tahun ini berhasil masuk sepuluh besar dalam perolehan yang kita lakukan selama ini,” tegasnya.
Tingginya angka partisipasi ini mencerminkan respons cepat warga Wonosobo terhadap berbagai musibah yang terjadi belakangan ini. Modal sosial ini menjadi pilar penting bagi kesiapan mitigasi bencana alam dan musibah kemanusiaan di eks Karesidenan Kedu dan wilayah Jawa Tengah secara umum.
Evaluasi Tajam Bagi Lembaga Penyalur
Walaupun akumulasi target akhir berhasil terlampaui, Pemerintah Kabupaten Wonosobo tetap memberikan catatan evaluasi yang tajam. Eko Purnomo menyoroti masih adanya sejumlah lembaga yang gagal memenuhi target setoran yang telah disepakati sejak awal program.
Ia meminta seluruh lembaga yang belum menyentuh target donasi untuk segera mengidentifikasi akar persoalan teknis di lapangan. Hal ini penting agar pada pelaksanaan tahun 2019 kendala serupa bisa diatasi dan capaian pendanaan bisa didongkrak jauh lebih tinggi.
Pemerintah daerah juga menuntut standar transparansi penuh dari pihak PMI Cabang Wonosobo selaku pengelola anggaran. Eko menegaskan bahwa seluruh dana miliaran rupiah tersebut harus dikelola secara profesional dan bebas dari pemborosan.
Prioritas alokasi dana wajib diarahkan pada kegiatan sosial yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat bawah. Terutama difokuskan pada pemberian bantuan yang cepat, tepat, dan berdaya guna bagi kelompok masyarakat rentan yang menjadi korban bencana alam.