Wonosobo, satumenitnews.com – Yayasan Jagat Tunas Bumi (JATUBU) bersama Komunitas Driver Online Kabupaten Wonosobo menggelar kegiatan Buka Bersama Lintas Lembaga dan Santunan Anak Yatim. Rangkaian acara sosial ini berlangsung dengan melibatkan lebih dari 500 peserta dari berbagai unsur lembaga, komunitas, dan masyarakat umum.
Puncak kegiatan ini diisi dengan penyerahan santunan kepada 100 anak yatim piatu. Penerima manfaat tersebut berasal dari Panti Asuhan Mardiono dan Panti Asuhan Al-Sulaiman Kembala.
Sejumlah tokoh dan perwakilan instansi turut hadir mengawal kegiatan ini. Mereka antara lain Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Wonosobo Agus Susanto, Kasatlantas Polres Wonosobo AKP Seno Hartanto, Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP), serta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Dukungan Penuh Kepolisian
Kasatlantas Polres Wonosobo AKP Seno Hartanto memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terbangun antara komunitas, lembaga sosial, dan elemen masyarakat. Ia menilai kegiatan lintas lembaga ini efektif untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas warga.
“Kami dari Polres Wonosobo tentu mendukung penuh gerakan-gerakan sosial yang membawa manfaat luas bagi masyarakat,” ujar AKP Seno Hartanto dalam sambutannya.
Ia berharap semangat kebersamaan lintas lembaga tersebut terus menyala. Semangat ini dinilai penting tidak hanya dalam kegiatan sosial, tetapi juga sebagai pondasi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama di wilayah Kabupaten Wonosobo.
Konsistensi Pengabdian Sosial dan Lingkungan
Ketua Yayasan JATUBU Mantep Abdul Ghoni menjadikan momen ini sebagai tonggak penting untuk memperluas kolaborasi sosial di Wonosobo. Ia bersyukur yayasannya bisa kembali menggandeng komunitas pengemudi daring setelah sebelumnya sukses berkolaborasi dalam agenda penanaman pohon.
“Mudah-mudahan ini membawa manfaat dan barokah untuk kita semua,” tutur Mantep.
Ia menegaskan JATUBU merupakan yayasan yang murni mengabdi di bidang sosial dan lingkungan hidup tanpa orientasi bisnis. JATUBU rutin menyalurkan hibah tanaman perkebunan untuk kawasan hutan saat musim hujan, serta menyiapkan distribusi bibit jagung atau padi bagi lahan masyarakat pada musim kemarau.
“Semoga ini bukan yang pertama dan terakhir. Kolaborasi lintas lembaga seperti ini harus terus kita jaga. Lingkungan hidup dan kegiatan sosial akan tetap menjadi konsentrasi kami ke depan,” pungkasnya.
Rangkaian acara buka bersama lintas lembaga ini ditutup dengan tausiyah dari seorang kiai. Pesan kultum tersebut kembali mengingatkan seluruh peserta tentang pentingnya memperkuat solidaritas sosial dan menjaga kepedulian terhadap anak yatim di tengah masyarakat.