Langkah ini resmi dimulai setelah Pemerintah Kabupaten Wonosobo melakukan pencanangan program pendataan tersebut di Ballroom Front One Harvest Hotel Wonosobo pada Kamis (11/6/2026).
Pencanangan ini dihadiri langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, perwakilan perangkat daerah, hingga tenaga pendata yang siap turun ke lapangan.
Membidik Ekonomi Digital dan Profesi Baru
Kepala BPS Kabupaten Wonosobo Aluisius Abrianta menyebut pandemi dan digitalisasi telah memicu pergeseran pola konsumsi serta menumbuhkan ekosistem ekonomi baru secara masif.
Aktivitas ekonomi modern yang tumbuh pesat di wilayah Wonosobo, eks-Karesidenan Kedu, dan lingkup Jawa Tengah pada umumnya, kerap kali luput dari skema pendataan konvensional.
Oleh karena itu, sensus dekade ini secara khusus dirancang untuk menginventarisasi ragam transaksi digital, usaha berbasis platform, hingga merambah profesi baru di ranah ekonomi kreatif dan lingkungan.
“Banyak aktivitas ekonomi baru yang tumbuh di tengah masyarakat. Mulai dari transaksi digital, usaha berbasis platform, hingga profesi-profesi baru seperti content creator,” kata Aluisius.
Aluisius memastikan seluruh perubahan pola ekonomi tersebut wajib dipetakan secara detail dan komprehensif.
Hasil pemetaan tersebut akan digunakan sebagai acuan mutlak bagi perumusan strategi dan kebijakan pembangunan ekonomi ke depan.
Ribuan Petugas Turun ke Lapangan
Guna menyukseskan agenda strategis ini, BPS Kabupaten Wonosobo telah mengerahkan ribuan tenaga lapangan yang lolos seleksi.
Tercatat sebanyak 1.074 petugas yang terdiri atas 946 petugas pendata sensus dan 128 petugas pemeriksa akan menyisir seluruh kawasan permukiman dan sentra bisnis.
Para petugas akan mendatangi rumah dan tempat usaha penduduk secara langsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Pendataan tahun ini tidak lagi bergantung pada lembaran kertas, melainkan mengadopsi teknologi digital melalui perangkat telepon genggam dengan sistem aplikasi berbasis situs web.
Objek sasarannya menjangkau unit usaha mandiri, perusahaan skala besar, sektor usaha mikro dan kecil, hingga aneka kegiatan ekonomi pinggiran lainnya.
Pemkab Jamin Dukungan Penuh
Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyatakan jaminan dukungan penuh agar tahapan sensus tidak menyisakan titik buta pada data ekonomi daerah.
Mewakili Bupati Wonosobo, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Yusuf Hariyanto menegaskan bahwa akurasi data merupakan fondasi dasar pembangunan daerah.
“Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang baik. Ketika kondisi masyarakat dan dunia usaha tergambar secara utuh, pemerintah dapat menyusun program yang lebih tepat sasaran, baik dalam bidang ekonomi, ketenagakerjaan, pemberdayaan usaha, maupun pelayanan publik lainnya,” ucap Yusuf saat membuka acara pencanangan.
Yusuf menginstruksikan seluruh instansi dan perangkat daerah untuk ikut mengambil peran aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat luas.
Menurut Yusuf, tingkat penerimaan masyarakat terhadap kedatangan petugas sensus sangat menentukan kelengkapan dan validitas data di lapangan.
Pemerintah daerah berharap para pelaku usaha maupun masyarakat umum tidak menutup diri dan secara jujur memberikan informasi riil seputar aktivitas ekonomi yang dijalankan.
BPS Wonosobo Catat Inflasi Agustus 2024 Sebesar 1,28%, Indeks Harga Konsumen Terkendali
Fokus Pada Isu Kemiskinan, Bupati Wonosobo Kunjungi BPS Pusat
Antisipasi Kebijakan Meleset, Pemkab Wonosobo Genjot Akurasi Data Desa Lewat Program Desa Cantik
Jerat Angka Desil, Ketika Batas Miskin Bergeser dan Warga Rentan Terpental dari Daftar Bansos