Wonosobo, satumenitnews.com – Aksi kejahatan bersenjata kembali terjadi di wilayah Kedu, Jawa Tengah. Bank Wonosobo Cabang Selomerto menjadi sasaran perampokan oleh seorang pria yang diduga membawa senjata api pada Selasa pagi (02/03).
Pelaku yang beraksi seorang diri tersebut merampas uang tunai sekitar Rp100 juta dari tangan kasir yang baru saja tiba di kantor cabang.
Kronologi Penodongan di Pagi Hari
Insiden bermula ketika korban berinisial LIC selaku karyawan bank mengambil uang kas sebesar Rp200 juta dari Bank Jateng Wonosobo pada pukul 07.30 WIB.
Korban kemudian mengendarai sepeda motor Honda Vario berwarna putih dengan nomor polisi R 4794 KM menuju kantor kas Bank Wonosobo Cabang Selomerto.
LIC tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 08.10 WIB. Sesaat setelah ia memasuki kantor yang masih sepi dan baru saja dibuka, seorang pria tak dikenal menerobos masuk.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas CCTV, pelaku memiliki ciri-ciri fisik dan pakaian yang mencolok. Pria tersebut mengenakan sepatu PDL, celana bermotif doreng, kacamata hitam, serta memakai helm berwarna hitam.
Tanpa banyak bicara, pelaku menghampiri LIC dan langsung menodongkan benda yang diduga kuat sebagai pistol.
Pelaku memaksa korban menyerahkan tas berisi uang tunai yang baru saja diambil dari kantor pusat. Dalam kondisi terkejut dan ketakutan di bawah ancaman senjata, LIC terpaksa merelakan tas berisi uang sekitar Rp100 juta tersebut dirampas pelaku.
Penyelidikan Polisi dan Trauma Korban
Setelah pelaku melarikan diri, korban langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar lokasi kejadian segera berdatangan membantu dan mengantar korban menuju Polsek Selomerto untuk melaporkan aksi perampokan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Wonosobo, AKP Mochammad Zazid, mengonfirmasi peristiwa kriminal ini. Melalui pesan singkat WhatsApp, Zazid menyatakan timnya telah bergerak cepat mengamankan tempat kejadian perkara.
Petugas kepolisian saat ini tengah melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata, serta menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk melacak pelarian pelaku.
Terkait kondisi korban, Zazid menyebut LIC masih dalam keadaan syok berat pasca penodongan.
“Korban sangat kooperatif, namun masih trauma dan belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut,” jelas Zazid.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif guna memburu pelaku. Terkait jumlah pasti uang yang dirampok, polisi menyatakan nominal tersebut masih simpang siur dan dalam tahap penghitungan lebih lanjut.