Wonosobo, satumenitnews.com – Sebanyak 19 pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo resmi menerima sertifikat Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) pada Senin, 9 Februari 2026. Dokumen ini menjadi bukti komitmen pengelola dalam menjamin kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Penyerahan sertifikat berlangsung di Pendopo Belakang Kabupaten Wonosobo dan disaksikan langsung oleh jajaran pemerintah daerah.
Direktur Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata (LSUP) Bhakti Mandiri Wisata Indonesia, Hairullah Ghazali, menyerahkan sertifikat tersebut secara simbolis melalui Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, kepada perwakilan pengelola usaha. Langkah ini merupakan inisiatif mandiri para pelaku usaha setelah sebelumnya mendapat pembekalan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo bersama Kementerian Pariwisata RI pada November 2025 lalu.
Bukan Sekadar Pajangan Dinding
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengingatkan bahwa selembar sertifikat tidak akan berarti apa-apa tanpa implementasi nyata di lapangan. Ia menuntut agar predikat CHSE ini menjadi standar baru dalam melayani wisatawan. Menurutnya, pariwisata adalah industri yang kompleks dan membutuhkan sinergi antara infrastruktur, acara, dan sumber daya manusia.
“Bicara pariwisata tidak bisa terlepas juga dari event. Setelah kita mendapatkan sertifikat ini, harapannya semua semakin profesional,” tegas Bupati Afif di hadapan para pengelola wisata.
Ia menekankan filosofi pelayanan di mana wisatawan harus ditempatkan sebagai raja. Kenyamanan pengunjung menjadi kunci promosi yang paling efektif dan organik.
“Bagaimana kita bisa menjadi tuan rumah yang baik, menyenangkan, dan ngangeni. Hari ini datang sendiri, besok membawa keluarga dan teman, lalu terus menceritakan pariwisata Wonosobo ke mana-mana,” ujarnya menambahkan.
Pemerintah daerah berharap sektor ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas. Bupati juga sempat menyinggung rencana dukungan subsidi sertifikasi di masa depan untuk mendorong lebih banyak usaha pariwisata tervalidasi standar CHSE.
Ujian Komitmen SOP
Tantangan terbesar bagi pemegang sertifikat CHSE justru baru dimulai setelah dokumen diterima. Direktur LSUP Bhakti Mandiri Wisata Indonesia, Hairullah Ghazali, menjelaskan bahwa mendapatkan pengakuan tertulis relatif mudah, namun konsistensi pelaksanaannya sering kali menjadi kendala.
“Sertifikasi itu mudah, yang sulit adalah komitmennya. SOP harus tertulis dan dijalankan, tidak hanya ada di kepala,” jelas Hairullah memberikan catatan kritis.
Ia memaparkan bahwa penilaian mencakup penerapan standar ISO sebagai acuan internasional keselamatan. Sertifikat ini berlaku selama tiga tahun dengan mekanisme pengawasan (surveilans) setiap tahunnya. Jika standar menurun, bukan tidak mungkin kredibilitas usaha tersebut akan dipertanyakan kembali.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyambut baik langkah strategis ini. Ia menilai inisiatif mandiri tersebut menunjukkan keseriusan pelaku usaha dalam memenuhi standar pelayanan nasional. Dukungan senada juga datang dari Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo, Aziz Nuri Haryono, yang siap mengawal kebijakan pengembangan pariwisata daerah.
Sementara itu, perwakilan pelaku usaha, Nurholis, mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ia menyampaikan masukan dari wisatawan dan menyoroti kondisi riil di lapangan. Nurholis menyebut masih ada pelaku usaha yang belum sepenuhnya memahami SOP standar pelayanan pariwisata secara utuh, sebuah autokritik yang perlu menjadi perhatian bersama.
Daftar 19 Usaha Penerima Sertifikat
Berikut adalah daftar 19 usaha pariwisata di Wonosobo yang telah berhasil mengantongi sertifikat CHSE secara mandiri:
* Latar Sidojoyo (Pagerkukuh, Wonosobo)
* Joglo Nawasena Resto and Cafe (Kalierang, Selomerto)
* Tambi Tea Resort (Tambi, Kejajar)
* Wisata Alam Kebun Teh Sikatok (Sigedang, Kejajar)
* Mizumi Onsen (Tlogo, Garung)
* The Heaven Glamping (Tlogo, Garung)
* The Heaven Resto (Tlogo, Garung)
* Kahyangan Skyline (Tlogo, Garung)
* Kebun Teh Panama (Tlogo, Garung)
* Resort & Villa Pintu Langit (Tieng, Kejajar)
* Homestay Banteng Adventure (Patakbanteng, Kejajar)
* Hotel Charaka Grande (Dieng, Kejajar)
* My Moments Café (Wonosari, Wonosobo)
* Dewani View Resto & Cafe (Sudungdewo, Kertek)
* Damar Valley (Damarkasiyan, Kertek)
* The Moby Park (Damarkasiyan, Kertek)
* Hotel Dafam (Kalianget, Wonosobo)
* CV Yuasa Food (Krasak, Mojotengah)
* Batik Prupuk (Kalibeber, Mojotengah)